Halaman

Selasa, 12 Januari 2021

Pandemi oh Pandemi

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Ublog (UNPAR BLOG) yang diadakan oleh Universitas Katolik Parahyanga (www.unpar.ac.id) dalam rangkaian Lomba Dies Natalis Unpar ke-66.


Siapa ya yang nyangka tahun 2020 akan jadi tahun yang gak terlupakan oleh kita semua?


Berawal dari wabah virus nun jauh di belahan China sana sejak bulan Desember 2019, eh ternyata tiga bulan kemudian, tepatnya di bulan Maret 2020, kita juga dihampiri sama virus ini. Gak pernah terbayang oleh saya, kita akan mengalami yang namanya pandemi dari penyakit COVID-19 yang disebabkan oleh virus Sars-CoV-2 atau yang kita kenal dengan nama virus Corona.

Banyak dari kita yang mendapat "kejutan" yang nano-nano rasanya selama pandemi berlangsung (termasuk rencana pernikahan saya yang mengalami perubahan lumayan drastis). Namun yang paling membuat saya sedih adalah, banyak sekali pukulan di segmen ekonomi pada berbagai lapisan. Mulai dari menurunnya penghasilan penjual karena sepi pelanggan, dipotongnya gaji/tunjangan bagi karyawan, hilangnya pekerjaan akibat PHK karena perusahaan tidak sanggup lagi menyokong pegawainya, sampai ditutupnya berbagai gerai dan toko di pusat perbelanjaan karena profit yang tidak dapat menutup biaya operasional.

Baru kali ini saya melihat bahwa betul, manusia memang tidak pernah ada dalam posisi aman. Sebanyak apapun hartanya, setinggi apapun jabatannya, bisa saja "goyah" dalam menghadapi ketidakstabilan sembilan bulan belakangan ini. Mulai dari pelaku usaha kecil sampai pemilik bisnis besar, semua terkena dampak pandemi. Mereka yang diharap bisa membantu, ternyata tidak jarang juga sedang terengah-engah membantu dirinya sendiri. Lalu kepada siapa kita berharap pertolongan selain Tuhan (karena kalau mengharap ke pemerintah, haduuh... bukan skeptis, tapi bansos saja dikorupsi toh)?

Terlepas dari berbagai emosi yang menghampiri di kala pandemi, lama kelamaan kita berdamai juga dengan keadaan. Berdamai itu bukan artinya pasrah lho ya, tapi lebih kepada mencari cara supaya tetap waras dan bertahan. Banyak hal yang berubah dan memaksa kita untuk beradaptasi. Mulai dari perubahan kebiasaan, aktivitas, hingga mengolah anggaran belanja. Kita juga mulai sering melihat teman-teman (bahkan mungkin kita sendiri), memulai usaha kecil sebagai ikhtiar untuk menunjang hidup. Saya sendiri dan suami juga memulai dua usaha baru (foto produk dan menjual makanan). Semua ini saya rasa kita lakukan karena kita ingin bertahan.

Saat ini jugalah saya akhirnya bisa melihat bahwa manusia benar-benar makhluk sosial yang butuh sesamanya. Bukan hanya soal hidup bersama, tapi menyokong hidup sesama juga menjadi kebutuhan kita. Betapa baiknya Tuhan memberi kita kreativitas dalam berbagai hal, termasuk dalam mencari cara untuk menolong sesama. Kalau waktu kecil saya sebatas paham bahwa orang yang berkecukupan sepatutnya membantu orang yang berkekurangan, saat dewasa saya baru mengerti bahwa definisi cukup dan kurang punya arti yang luas dalam kalimat tersebut.

Berkecukupan tidak selalu berarti kaya harta, namun bisa berarti kaya simpati dan empati. Hanya mereka yang punya keinginan untuk meringankan beban saudaranya yang akan 'dicukupkan' oleh Tuhan. Terlepas dari ada tidaknya kekayaan di kantung mereka, niat membantu selalu akan memberi jalan untuk mereka. Begitu pun kata kurang, bukan berarti kurang kaya harta melainkan kurang simpati dan empati yang mungkin membuat mereka memilih tidak peduli. Di sinilah solidaritas kita akan terlihat.

Namun demikian, manusia memang berhak memilih mau seperti apa hidupnya. Saya tidak akan menghakimi siapapun, karena toh saya juga gak tahu cerita di balik hidup mereka. Yang saya bisa lakukan di sini hanya mengajak siapapun yang baca untuk sama-sama membangun solidaritas untuk membantu sesama. Bentuknya seperti apa? Wah, ada sejuta cara untuk membantu sesama. Beberapa di bawah ini adalah yang sudah saya lihat kita lakukan bersama-sama selama pandemi.

1. Donasi Bersama.

Di awal pandemi saya ingat beberapa influencer mengajak untuk berdonasi, salah satunya Rachel Vennya yang membuka donasi untuk penyediaan APD bagi tenaga kesehatan. Saya sangat mengapresiasi ifluencer yang punya good influence seperti ini. Apalagi channel donasinya memungkinkan siapa saja untuk berdonasi mulai dari nominal kecil seperti Rp. 10.000,-. Ini bukti bahwa kita tidak perlu kaya harta untuk berderma.

Sumber gambar: kompas.com

2. Traktir Driver Ojol dengan Makanan/Sembako.

Saat aturan PSBB mulai melarang ojol untuk mengangkut penumpang, saya yakin pendapatan driver langsung turun drastis. Mereka harus mengandalkan pesanan antar makanan atau kirim barang. Saat itulah beberapa influencer juga mengajak followersnya untuk melakukan beberapa hal seperti membelikan makanan lewat gofood (order gofood tapi makanannya untuk driver) atau membelikan sembako lewat goShop.

Buat saya ini heartwarming sekali. Banyak yang cerita kalau drivernya berulang kali mengucap syukur dan terima kasih, karena mungkin belum makan atau jadi bisa membawakan makanan untuk keluarganya di rumah. Buat kita itu mungkin uang yang tidak seberapa, tapi buat orang lain bisa jadi itu penyambung hidup mereka. It means a lot to them.

3. Tetap Berbelanja.

Yup, betul! Buat yang punya hasrat belanja yang sering menggelora, ternyata kalian punya andil dalam turut membantu sesama. Saya pernah baca kalau kunci stabilitas ekonomi sederhananya adalah perputaran roda ekonomi. Artinya uang berputar setiap hari antara penjual dan pembeli di seluruh lapisan masyarakat. Menurut Ligwina Hananto (Founder QM Financial), ini akan menghindari negara kita dari resesi berkepanjangan. Tentu dengan catatan ya, bahwa kondisi finansial kita aman dan gak membuat kita bangkrut.

Belanja di warung kecil sebelah rumah atau di minimarket/supermarket besar, menurut saya sama baiknya. Di warung kecil kita bantu pelaku UMKM, di minimarket/supermarket kita bantu semua karyawan yang ada di sana untuk tetap punya pekerjaan. Begitu juga dengan beli makanan di kios kecil atau restoran. Semuanya sama-sama punya andil membantu.

4. Beli Dagangan Teman.

Sedikitnya sebulan sekali atau dua kali, boleh lho kita beli dagangan punya teman kita (apalagi kalau ternyata barangnya bermanfaat atau dibutuhkan). A simple act like this help them to survive.

5. Memutus Rantai Penyebaran COVID-19 dengan Mematuhi Protokol Kesehatan.

Siapa yang bilang kalau membantu dan menunjukan solidaritas kepada sesama itu harus selalu berbentuk uang? Salah dong. Karena dengan menjaga diri dan orang lain lewat perilaku kita yang patuh protokol COVID-19, buat saya sudah termasuk membantu orang-orang.

Inget gak di awal pandemi kita sama-sama mengamini bahwa cara terbaik melewati semuanya adalah terus menjaga kurva infeksi tetap rata, tidak melonjak naik. Supaya kita bisa sama-sama selamat melalui sampai akhir.

Sumber: Youtube simpleshow

Namun seiring berjalannya waktu, kita lupa. Kita lalai. Makin banyak dari kita yang malas memakai masker, berkumpul-kumpul dengan teman, dan tidak melakukan social distancing. Padahal menurut saya ini cara tergampang kita untuk membantu. Membantu siapa? Mereka yang rawan dan beresiko tinggi terhadap komplikasi penyakit dan kematian jila terkena COVID-19, mereka yang butuh perawatan medis rutin seperti kemoterapi dan cuci darah setiap minggu/bulannya di faskes yang rawan penuh, dan para tenaga kesehatan yang waktu dan tenaganya terbatas untuk membantu kita jika kita sakit.

Satu tindakan yang gampang sekaligus sulit ya untuk kita lakukan?

***

Kurang lebih itu sih yang bisa kita lakukan. Menurut saya cara-cara di atas ini cenderung sederhana dan mudah untuk kita lakukan, gak perlu uang berjuta-juta untuk diwujudkan, asal kita punya kemauan untuk membantu sesama. Asal kita punya hati yang "cukup". Cukup peduli sama orang lain dan gak lalai sama kewajiban kita untuk sesama. Pertanyaannya hanya satu, apakah kita mau?

Semoga kita selalu diberi Tuhan hati yang lapang untuk memberi ya, teman-teman. Thank you for reading all this, stay happy and healthy!


Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Ublog (UNPAR BLOG) yang diadakan oleh Universitas Katolik Parahyangan (www.unpar.ac.id)  dalam rangkaian Lomba Dies Natalis Unpar ke-66.

#unpar #diesunpar66 #ublog #blog

Jumat, 08 Januari 2021

I'm Back (Maybe?)

Setelah berhenti menulis di blog sejak tahun 2014 akhirnya saya balik lagi. 

Haha, 6 tahun lebih saya males nulis. Apa ya penyebabnya (selain rasa malas tentunya)? Mungkin dengan kemajuan tekonologi dan kemudahan dalam mengaksesnya, saya jadi punya banyak distraksi untuk menulis, ya. Sekarang ada instagram dan twitter, sosmed di mana saya bisa menumpahkan pemikiran singkat saya sampai beberapa kali dalam sehari (akhirnya gak butuh satu postingan khusus untuk menuangkan kata). Juga ada aplikasi dengan hiburan seperti Netflix, Gramedia Digital, Youtube, Spotify dan lain-lain yang membuat saya bisa mencari kesenangan selain menulis (duh) saat suntuk. Intinya memang saya gak meluangkan waktu aja sih untuk nulis.

Anyway, dalam 6 tahun ini sudah buanyaaaak sekali yang terjadi. Saya sudah lulus dari perkuliahan (yeay, no more student routine!). Saya juga sempat bekerja selama 1 tahun menjadi guru SD dan 3 tahun menjadi tutor di bimbingan belajar. Lalu saya juga sudah menikah tahun lalu (hehe). Tentu banyak detail lain yang terjadi di kehidupan saya, hanya sepertinya 3 itu aja deh yang jadi highlight selama 6 tahun terakhir.

Oh iya, sejak 2-3 tahun lalu saya juga mulai sedikit parno untuk membagikan detail dan identitas diri di internet karena banyak sekali modus kejahatan yang berawal dari pencurian data. Makanya beberapa tahun belakangan saya menyembunyikan blog ini dari pencarian publik. Begitulah.

Sekarang saya pikir saya akan mulai menulis lagi. Sejak menikah saya berhenti bekerja di luar rumah dan memulai usaha makanan bersama suami. Terus terang kadang saya merasa otak saya kurang tantangan untuk berpikir (haha). Maka, saya akan mencoba menulis lagi supaya ilmu saya gak tumpul.

Please wait for more of my stories ahead!

Senin, 27 Oktober 2014

Radang Tenggorokan

Perhatian: Ini bukan postingan bersponsor meskipun ada nama merek yang saya sebutkan di dalamnya. Ciao!

Sebagai gadis yang agak rapuh (pret), saya cukup sering terkena penyakit radang tenggorokan. Kalau udara gak enak dan makan gak bener, udah dipastikan saya bakal langsung mengidap penyakit ini.

Gejala awal radang tenggorokan yang saya alami biasanya berupa sakit menelan, suhu tubuh naik (demam), dan diikuti sakit yang teramat sangat dasyat di tenggorokan (lebay). Pengennya minum terus untuk melancarkan tenggorokan yang entah kenapa rasanya seret, panas (kayak panas dalam), dan kalau menelan makanan sakit.

Penyakit ini bisa saya alami di mana-mana. Mulai dari pulau Jawa paling barat sampai pulau Jawa paling timur, saya kalau kena penyakit ya dia lagi, dia lagi! Di Bandung udah beberapa kali kena, terutama kalau pergantian musim dari hujan ke kemarau. Hari terakhir puasa saya kesiksa karena radangnya mulai menyerbu tenggorokan dan bikin bawaan pengen minum terus. Pas buka cepet-cepet banyak minum Adem Sari Chingu. Lumayan aman. Setelah lebaran, pas mau mulai KKN lagi, eh kena lagi. Akhirnya ke dokter deh, dikasih obat, hanya boleh makan yang rebus-kukus tanpa gorengan.

Pas saya lagi liburan ke Yogyakarta setahun lalu, penyakit ini nongol juga. Kesel banget, soalnya baru hari kedua di sana, eh, udah kena penyakit membetekan ini. Jadi gak enak kulineran, kan?! Akibatnya jadi gak nafsu makan dan demam. Minum air banyak-banyak gak bantu juga. Sepertinya karena udara di Yogya yang cenderung panas dan saya tinggalnya di hotel yang jelas ber-AC. Perpaduan udara panas dan kering kayaknya mempercepat penyakit ini hinggap.

Waktu saya lagi kuliah lapangan ke Alas Purwo, eh, penyakit ini nongol lagi. Saya gak nyadar kalau mau kena radang karena cuaca di Jawa Timur kan memang panas sekali. Jadi saya kira cuma efek kepanasan jadi gak enak tenggorokan. Saya juga males makan terus. Dikasih ayam atau daging gak mau, makanan saya seringnya gak habis dan cuma mau makan yang kuah-kuah, buah semangka, atau paling telur. Itu pun telurnya hanya ada yang bumbu pedes. Akibatnya radang saya makin parah. Di malam terakhir saya tepar juga, demam di tenda sampe Lisna (temen sekelompok) manggil temen yang tugas medis dan langsung dikompres sama dia. Demamnya mereda, eh, selama perjalanan pulang radangnya yang menjadi. Sepanjang jalan kenangan saya bersahabat setia dengan larutan penyegar dan adem sari, juga FG Troches (obat tenggorokan hisap, mirip permen POLO). Tapi tetep aja tenggorokan kerasa gak enak. Sampai Bandung saya langsung batuk pilek meskipun besoknya ada acara nikahan kakak saya. Perpaduan radang tenggorokan, pilek, dan kecapekan sukses membuat saya tumbang.

Dipikir-pikir, ini penyakit emang selalu muncul kalau cuaca lagi panas dan kering, kondisi tubuh gak fit, dan pola makan gak karuan. Setelah sakit yang terakhir (habis lebaran) dan saya ke dokter, baru saya tahu, ternyata penyakit ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Makanya timbul radang akibat infeksi. Akibatnya? Jelas demam.

Saya tanya ke dokter, karena saya penasaran kok sering banget kena radang kalau udara panas dikit, gimana cara ngehindarin? Kata dokter banyak minum, makan yang bener, kalau udara mulai gak bagus langsung makan FG Troches.

Lah, saya kan selalu makan FG Troches kalau udah kerasa radang, tapi kok gak ngaruh ya? Kata dokternya lagi FG Troches hanya berfungsi untuk pencegahan, kalau udah kena radang dia gak akan berfungsi dan tetap harus ke dokter untuk minta resep antibiotik dan vitamin.

Ooooooh jadi itu sebabnya... Jadiiiiii selama iniiii?! #eaaa

Minggu, 21 September 2014

Sensasi Ujian Ketok

Ujian ketok? Apaan, tuh?

Mahasiswa di jurusan Pendidikan Biologi UPI pasti sudah gak asing dengan yang namanya ujian ketok. Beberapa mata kuliah terutama yang ada kegiatan praktikumnya biasanya menggunakan metode ujian ketok untuk evaluasi.

Ujian ketok adalah metode ujian yang mengharuskan mahasiswa untuk menjawab soal dalam waktu yang ditentukan. Biasanya waktunya 1-1,5 menit untuk setiap soal yang akan ditandai dengan bunyi 'ketokan' untuk setiap segmennya. Yang membuat ujian ini berbeda sensasinya adalah ketokan tadi juga menandai perpindahan mahasiswa dari satu soal ke soal lainnya.

Bingung?

Oke, kita ibaratkan ada 20 meja di dalam satu ruangan. Di setiap meja akan diletakkan satu buah soal yang biasanya lengkap dengan objek atau spesimen yang harus diamati sebagai patokan soal tersebut. Soal harus dijawab dalam waktu yang ditentukan. Nah, kalau bunyi 'ketokan' sudah terdengar (yang mana bisa menimbulkan serangan jantung ringan bagi yang kagetan) tandanya waktu habis dan kita harus pindah ke soal di meja sebelahnya (yang nomornya lebih besar). Kalau kita belum selesai mengerjakan soal? Ya tetep aja harus pindah! Soalnya ada teman lain di sebelah kita yang harus mengerjakan soal nomor itu. Akibatnya, kalau kelamaan mikir justru kita gak akan bisa menyelesaikan soal-soal di ujian ketok dengan baik. Kita dituntut harus konsentrasi, teliti dan berpikir cepat. Syukur-syukur kalau bisa mengingat nomor dan soal yang belum kita jawab, artinya kelebihan waktu di soal berikutnya bisa kita gunakan untuk menjawab soal yang terlewat. Kalau lupa? Yah, relakan saja :)

Ujian ketok selalu membuat kami deg-degan dengan sendirinya. Pasalnya, objek yang menyertai soal bisa menjadi tombak dari pertanyaan yang macam-macam. Syukur-syukur kalau jawabannya bisa ditemukan dari ciri-ciri objek yang terlihat. Seperti misalnya diletakkan sekuntum bunga dan pertanyaannya adalah "Disebut apa jenis perbungaan pada bunga tersebut?". Nah, kita tinggal mengingat aja kan, bentuk perbungaan yang demikian disebut blablabla. Cukup gampang, kan? Kecuali kalau jenis-jenis perbungaannya kita lupa. Nah itu beda cerita.

Sekarang coba bayangkan kalau pertanyaannya adalah hapalan yang kebetulan tidak tercerminkan dari ciri-ciri yang terlihat di objek soal. Diletakkan awetan basah alga yang warnanya mungkin aja udah berubah dari ijo jadi kuning atau coklat karena pengawetan. Kita lupa, alga apaan ini?! Padahal yang ditanya pigmen yang memberikan warna pada si alga. Mampus aja, kan? Inilah yang namanya nasib. Nasib buruk lebih tepatnya. Bye-bye aja sama soal yang seperti itu. Boleh dijawab asal gak malu pas nanti diperiksa dan ternyata jawabannya ngaco berat sampe bikin asprak atau dosen ketawa. Siapa tau aja, kalau nasib lagi mujur, jawabannya bener. Iya kan?

Kenapa sih harus ujian ketok? Gak bisa ya pake metode ujian lain yang lebih normal? Ujian tertulis gitu?

Nah, ini karena ujian ketok dinilai efektif baik dalam waktu maupun persiapan terutama bagi ujian yang memerlukan objek di setiap soalnya. Bayangkan kalau setiap mahasiswa diberikan 30 soal ujian beserta spesimen-spesimennya satu setiap orang. Bisa penuh kali ya, meja ujiannya menampung 30 bunga-bungaan pas ujian Botani Phanerogamae? Belum lagi akan paciweuh bingung spesimen mana untuk soal yang mana, bagian mana yang ditandai untuk menjawab soal a, b, atau, c, dan sebagainya. Atau kalau setiap soal dosen harus mengelilingkan toples berisi makhluk invertebrata hanya untuk pertanyaan "Apa nama species hewan tersebut?" pada 35 mahasiswa di kelasnya. Abis waktu gak puguh, kan?

Dengan ujian ketok, dosen dan asprak bisa menghemat penyediaan objek-objek yang dibutuhkan di spot setiap soal dan hanya menyediakan 1-2 spesimen cadangan untuk objek segar yang mungkin rusak seperti bunga atau buah. Dengan ujian ketok, waktu 60 menit cukup untuk menguji satu kelas dengan 50 soal beranak a-b-c-d sekalipun (paling mahasiswanya yang menderita). Dengan ujian ketok, setiap mahasiswa akan melihat objek secara langsung, kegiatan praktikum juga menjadi berarti karena soal dan pertanyaan pasti pernah dijawab atau minimal gak jauh beda berdasarkan pengamatan langsung saat praktikum. Dengan ujian ketok, soal bisa bervariasi pertanyaannya dan yang pasti bukan hanya menguji hapalan tapi juga kemampuan observasi dan pengaplikasian teori-teori yang terkait.

Gak hanya ujian praktikum, kadang ujian teori juga dibuat dalam versi ujian ketok untuk menghemat kertas soal dan menghemat waktu ujian. Misalnya waktu normal untuk ujian teori tertulis dengan 60 soal pilihan berganda adalah 120 menit. Kalau pake ujian ketok, 60 menit aja cukup karena satu soal harus dijawab satu menit (misalnya) dan mahasiswa pasti beres serentak dalam waktu tersebut.

Selain itu kesempatan nyontek dalam ujian ini dibuat sekecil mungkin. Kalau ujian tertulis, nih, ada yang nyontek paling pengawasnya bilang, "Hey, kamu yang di sana! Jangan nyontek!" atau paling kejam ngambil kertas jawabannya dan membuat mahasiswa bersangkutan menangis tersedu-sedu. Kalau di ujian ketok, ada yang ketauan nyontek maka konsekuensinya adalah 'ketokan' dibunyikan saat itu juga. Artinya? Kalau ada yang nyontek pas waktu baru berjalan 10 detik ya udah, bakal ada ketokan yang memaksa semua mahasiswa berpindah soal. Maaaaan, baca soalnya aja belum, eh udah diketok! Dijamin si pencontek akan ditatap dengan penuh kebencian oleh seisi kelas yang dirugikan karena tindakannya.

Bagi yang belum terbiasa dengan ujian ketok, biasanya akan pontang-panting mengerjakan dengan muka pias, mata terbelalak saat melihat soal karena otak blank saking paniknya, tangan sulit menulis karena gemetaran, tersandung-sandung kursi saat pindah soal, salah arah pas pindah soal (harusnya ke kanan malah ke kiri, bikin tabrakan sama temen sebelahnya), daaaaan berakhir menyerahkan lembar jawaban yang penuh coretan dan tip-ex karena salah ngisi soal. Harusnya ngisi di nomor 7 eh malah ngisi di nomor 1! Akibatnya jawaban berantakan dan tambah panik lagi. Hahaha...

Yah, begitulah ujian ketok. Meskipun terkadang dirasa ribet dan menyusahkan (oleh mahasiswa) karena harus ngisi soal banyak dalam waktu sedikit dan tidak bisa berpikir lama, tapi sebenernya seru dan ngangenin. Bagi yang sudah tingkat atas (ehem) pasti sudah pernah merasakan semua versi dari ujian ketok ini. Dari yang di dalam lab dengan objek langsung, di dalam kelas dengan infokus, sampai di pantai atau hutan saat kuliah lapangan. Dari waktu satu menit untuk setiap soal yang mengakibatkan kepanikan karena waktunya dianggap kurang, sampai dua menit yang berakhir dengan kebengongan geje karena gak tau harus ngisi apa. Dari yang ketokannya berupa palu beneran, penghapus papan tulis yang diketok di meja dan menyebabkan kebul kapur, sampai pantat panci yang dipukul pake serokan buat masak.

Ah, ujian ketok. I'll miss you so much!

P.S.: Mohon maaf kalau ada kesalahan dalam pendeskripsian tentang ujian ketok ini. Aku hanyalah manusia biasa, Qaqa :3

Sabtu, 30 Agustus 2014

About KKN and its Issue

KKN berakhir dan banyak hal berlalu. Semester tujuh menghampiri dan akhir perkuliahan (insyaAllah) semakin dekat.

HOW IS KKN?

Banyak yang terjadi selama dua bulan skip ketemu sama anak-anak biologi. Terus terang pas mau mulai KKN rasanya males banget. Saat itu lagi sering-seringnya bareng sama anak-anak kelas dan angkatan karena selama empat bulan sebelumnya bareng-bareng ngurusin kulap ekum. Selain itu selama tiga tahun terakhir juga emang hampir gak pernah lebih dari dua minggu gak ketemu anak-anak sekelas karena selalu ikut semester padat pas libur semesteran. Jadi kebayang dong, gimana 'gamang'nya misah sama anak-anak biologi dan berbaur dengan 10 orang lainnya yang latar belakang, asal usul, tindak tanduk, perangai dan kebiasaannya masih wallahualam?

Dari awal KKN gak pernah muluk-muluk ngeharepin dapet temen KKN yang asyik-asyik. Asal cukup bisa diajak kerja sama dalam ngerjain proker, udah cukup. Apalagi lokasi KKN-nya masih di kelurahan tempat tinggal saya (atas request mama). Jadi pemikiran saya: kalau cekcok sama anak-anak KKN, tinggal kabur-kaburan ke rumah aja. Niatnya rada-rada gak bener nih. Hahahaha...

Yang lucu, dulu kan awalnya berat banget rasanya mau pisah sama anak-anak biologi. Eh, pas akhir KKN ternyata lebih berat pisah sama mereka. Kenapa? Seenggaknya pisah 2 bulan dari anak-anak biologi akan berujung pada pertemuan lagi karena masih ada kurang lebih 6 bulan - 1 tahun bareng-bareng kuliah. Apalagi biologinya sendiri kan bakal jadi almamater bersama nantinya. Pasti banyak kesempatan untuk ketemu di masa depan. Tapi setelah pisah sama temen KKN? Apa bakal ada yang jamin bisa ketemuan lagi sama mereka? Istilahnya kan kita dipertemukan hanya untuk memenuhi kewajiban mata kuliah 2 sks itu. Setelah itu? Pasti pada sibuk dengan kegiatan tingkat akhirnya. Gak banyak kesempatan untuk ketemu dan hangout kayak pas masih di posko dulu. Akhirnya malah jadi sedih banget pisah sama kelompok KKN saya :(

Well, semoga kita masih tetap bisa keep in touch setelah ini ya... Terima kasih untuk semua pengalamannya, KKN Cibeureum :)

THE ISSUE AFTER KKN

Beberapa temen saya banyak yang cinlok dengan teman KKN-nya. Termasuk dua temen deket yang punya pacar temen KKN-nya sendiri. Saya gimana kabarnya?

Saya masih sendiri aja, kok :)

Tolong, ya, dibacanya jangan dengan nada ngenes gitu. I'm happy with my condition, kok.

Buat yang suka menghina-hina saya karena selama kuliah gak punya pacar, misalnya, please mind your own business. You don't know my story. Saya menjomblo memang karena ini pilihan hidup saya. Menjalin hubungan itu kan sebuah pilihan dan pilihan saya adalah untuk tidak menjalin hubungan dengan berpacaran. Jadi, jangan sok tahu dengan mengomentari kejombloan saya pasti bikin saya menderita karena sesungguhnya, enggak, kok. Saya happy, 100% happy dengan pilihan saya.

Saya yakin seyakin-yakinnya, setelah ini banyak yang nanya (terutama di kampus), "Temen-temennya udah pada punya pacar. Kamu kapan?"

Well, please don't bother to ask me the question. I don't think I'll answer it properly.

Minggu, 10 Agustus 2014

About Writing

Ehm, kembali dengan kalimat...

UDAH LAMA YA, GAK POSTING DI SINI?

Buahahaha...
Emang ini blog kok kesannya kayak jadi pelampiasan rasa bosan aja ya? Itu pun sewaktu-waktu *puk-puk blog*. 

Pengen ngomongin ah, penyebab saya sedikit banget nulis di blog itu kenapa. Jawabannya tidak lain tidak bukan adalah karena.... *jengjeng* MALES NULIS!

Ih, ya amplop malesnyaaaa. Beneran lho, ini gak bohong *yee kenapa juga musti boong*

Entah kenapa akhir-akhir ini *baca: beberapa tahun ini* ga ada keinginan untuk nulis. Ide mah banyaaaaak banget. Sampe udah rencana dari sebelum kulap ekum, entar pas pulang pengen nulis tentang kulap ekum ah biar bisa jadi referensi buat adik kelas. Siapa tau manfaat. Hehe... Gaya, kan? Tapi oh tapi itu tulisan masih ngendog aja di dokumen laptop. Selesai setengahnya juga belum. Hadeuuuuh....

Jadi rindu masa-masa jadi active writer dulu. Pas jaman itu masih SMA gitu lah. Lagi seneng-senengnya nulis, apalagi di blog yang dulu. Fufufu... itu blog berisi curhatan dengan kealayan membabi buta yang rasanya polos banget hahaha... Dulu nulis mah nulis aja dengan gaya bahasa yang amburadul tapi ceritanya nyampe aja gitu hihihi... Dan postingannya udah lumayan banyak juga. Seminggu bisa beberapa kali ngepost dan sekalinya berhenti itu emang karena niatan pengen hiatus, bukan karena tiba-tiba buntu ide atau males nulis. Pada dasarnya ide itu gak pernah habis, toh kejadian kecil pun bisa jadi bahan tulisan dan kayaknya dulu sih emang gitu. Tapi itu dulu......

Udah gitu saya sering juga bikin fanfic. Fanfic-fanfic saya tokohnya pake idol-idol Korea macem SNSD sama Suju gitulah hahaha... Abis dulu kan masih ngefans banget sama Suju *Kyaaa Oppa Oppaaaaa* *ya sekarang juga sih, sama SNSD masih Suju enggak untungnya* Tapi itu fanfic lumayan juga ceritanya *muji diri sendiri*. Ada kok yang baca, malah dulu suka dapet komen sampe 50 lebih. Itu udah merupakan penghargaan banget buat saya haha secara penulis amatir, jadi ada pembaca yang ngakuin fanfic buatan saya bagus aja udah sueneng buanget :D Seminggu bisa posting 2 fanfic berupa oneshoot atau satu part serial gitu. Tapi itu dulu...... 

Dan lagi nulis fanfic yang diposting di internet itu ya amplooop ada aja ujiannya. Pertama pembaca yang gak komen. Muahaha alay banget ya nulis di blog pribadi gak dikomen aja gak apa-apa, giliran fanfic ya harus ada dong. Alibinya biar bisa ningkatin kualitas fanfic dengan komentar membangun padahal ya emang pengen aja dihargai oleh para pembaca yang budiman hehehe :D
Yang kedua adalah banyaknya orang yang copy-cat tulisan seenak udel. Ampun deh. Itu biasanya para ababil yang punya fanpage di FB dan seenaknya ngambil fanfic orang buat dipost. Dipostnya pun di status gitu, bukan di note. Jadinya kan gak ke-track kalau kita nyari di note karena dia emang nulis di status yang bisa ketimbun-timbun sama status baru. Ketauannya gimana dong? Ya pake google. Saya iseng aja masukin satu kalimat dari ff saya dan taraaaaaa muncul beberapa link ke FB padahal saya gak pernah post fanfic di FB. Bener aja deh banyak fanpage yang masukin fanfic saya tanpa nyantumin credit. Elah.... Setelah beberapa kali marahin para admin fanpage itu *yang berakhir dengan penyangkalan atau alasan berupa gak-tahu-siapa-yang-ngepos-fanficnya-mungkin-admin-lain-pret-ah* akhirnya saya resmi hiatus dari dunia perfanfican. Kreativitas ditiru dan dicuri itu periiiih jenderal. Tapi yang jadi bumerang adalah begitu saya hiatus dari dunia fanfic yaaa keaktifan saya menulis di dunia lain juga ikut berkurang huhuhu...

Kebiasaan nulis ini emang mulai meluntur setelah masuk kuliah. Entah karena perhatian tercurah pada tugas *pret* atau emang makin tua ide itu kayak makin susah keluar ya? Padahal fasilitas udah enak banget buat nulis. Laptop ada, internet juga ada. Tapi malesnya melebihi dulu pas masih blogging pake komputer konde dengan modem lelet atau pas pake laptop tapi internetannya fakir wifi di sekolah atau tempat les. Emang yang namanya kreativitas dan kemauan gak akan bisa dibeli sekalipun pake fasilitas sebagus apapun *terharu*.

Mungkin bener juga sok tau-sok tauan saya tentang menulis selama ini. Menurut saya ada beberapa halyang bikin aktivitas menulis saya jadi mampet. Ini sih berlaku buat saya aja yaa, gak menutup kemungkinan ada yang pengalaman menulisnya sama atau beda sama saya.

Pertama, nulis yang terlalu dipikirin dan direncanain. Kalau lagi punya ide nulis mendingan cepet-cepet ditulis aja deh, jangan banyak dipikirin ini ntarnya mau gimana atau isinya apa aja. Pokoknya harus spontan nulis dengan cepat, idenya keluarin aja semua. Gak boleh ditunda, karena biasanya pas ada ide ada passion juga jadi sebelum keduanya luntur cepet dituangin. Saya kalau nulis kayak gitu bisa lebih bagus hasilnya. Ntar belakangan baru dibaca lagi, terus diedit seperlunya. Kalau saya nulis kebanyakan mikir dan bikin konsepan dulu biasanya malah gak jadi hahahaha...

Udah gitu yang kedua pamalinya adalah ngasih tau orang lagi nulis apa. Misalnya kayak dulu, saya suka cerita ke temen yang sama-sama suka nulis fanfic, eh eh aku mau nulis cerita tentang ini lho dan gak lama di tengah-tengah penulisan itu fanfic mentok. Mentok di ide dan kemauan. Entah ya sugesti atau enggak tapi yang pasti sering banget kejadian kayak gini. Terus kalau cerita dibaca orang sebelum beres ditulis juga biasanya gak selesai. Aneh emang.

Nah yang ketiga, tulisan yang ditulis terus gak selesai dan didiemin lamaaaaaa banget. Ini bisa jadi dua nih, pas dibaca lagi jadi bikin tertarik untuk ngelanjutin dan berhasil dilanjutin atau tertarik untuk ngelanjutin dan berakhir ngenes karena lupa, ide awalnya apaan ya? Ahahaha dudul emang...

Anyway, saya sih berdoa semoga ide, kemauan, dan keinginan saya untuk menulis segera balik lagi. Belakangan nyoba-nyoba nulis fanfic lagi tapi hhhh.... *menghela napas ceritanya* ya sudahlah, biar waktu yang menjawab kapan saya bisa kembali aktif seperti dulu. Semoga dimudahkan oleh Allah untuk meneruskan hobi saya yang satu itu. Aamiin...

Rabu, 07 Mei 2014

D-17 General Ecology Field Trip to Alas Purwo National Park

Gak kerasa aja, semester 6 udah hampir beres. Segala keripuhan di semester ini kayaknya ketutup sama fakta bahwa kuliah lapangan ekum tinggal 17 hari lagi. Padahal masih ada laporan, revisi makalah, proposal skripsi, dan tugas-tugas lain yang menanti. Tapi dengan jujur saya katakan bahwa... ekum sangat menguras perhatian, emosi, dan finansial.

Selamat datang akhir semester 6. Semoga Allah memudahkan. Aamiin.


Minggu, 04 Mei 2014

Resep Pancake Super Gampang

Hai, faaaaans~~
Selamat berhari Minggu ;)

Kali ini pengen share resep pancake, nih...
Beberapa bulan yang lalu pernah pengen banget makan pancake. Karena kalau beli kan mahal ya kakak, akhirnya saya pengen nyoba bikin sendiri aja. Setelah searching 7 hari 7 malam, dapetlah resep pancake yang kayaknya gampang banget buat dicoba. Apalagi takarannya gak pake gram-graman tapi pake cup! Untuk orang pemales kayak saya hal ini amat menyenangkan :D

Resep ini didapet dari blognya mbak Erlia (yang saya belum kenal juga sih sebenernya muahahaha) dan saya salin dengan beberapa tips di dalamnya.

Anyway, ini resep plain pancake yang enak dan gampang banget. Bahan-bahannya biasanya ada di rumah. Saya aja pas spontan mau bikin dan cek bahan ternyata ada semua :D Untuk seresep biayanya terhitung gak mahal. Pake telurnya pun cuma satu! Gak perlu mixer, blender, ataupun oven. Cuma butuh mangkuk, baskom, whisk (pengocok telur), wajan datar, laddle, spatula dan kesabaran. Dijamin pasti bisa bikin walau baru pertama kali. Selamat mencoba yaa...

Resep Pancake

Alat:
- Baskom
- Mangkuk
- Whisk
- Wajan datar
- Laddle (sendok sup)
- Spatula
- Timbangan
- Gelas ukur (udah kaya mau praktikum aje -_-)
atau
- Measuring spoons
- Measuring cups (lebih gampang pake ini)

Bahan:
1 cup terigu serbaguna (1 cup setara dengan 140 gram, tepung yang saya pake biasanya segitiga biru)
1 sdm gula halus
1 sdt baking powder
1/2 sdt baking soda
1/4 sdt garam
3/4 cup susu cair (3/4 cup setara dengan 180 ml)
2 sdm cuka (ini optional, bisa dipake atau enggak tapi saya biasanya gak pake karena pancakenya jadi asem kalau pake cuka. cuka sebenernya berfungsi untuk bikin pancakenya jadi fluffy gitu)
1 telur ukuran sedang - kocok lepas
2 sdm unsalted butter (mentega tawar) - lelehkan

Cara membuat:
1. Campur susu cair dan cuka dalam mangkuk kecil, diamkan 5 menit
2. Adonan kering: Campur terigu, gula, baking powder, baking soda, garam dalam mangkuk besar
3. Adonan cair: Campur telur dan butter yang udah dilelehkan, tuang ke campuran susu dan cuka
4. Tuang adonan cair ke adonan kering. Aduk (tanpa mixer) sampai rata
5.  Panaskan wajan datar dengan api sedang
6. Oles dengan sedikit butter/ minyak
7. Tuang adonan sebanyak 1/2-3/4 laddle (sendok sup) atau sesuai selera, tergantung ingin sebesar apa pancakenya. Tuangnya di satu titik ya, supaya adonannya nanti melebar sendiri ke samping membentuk lingkaran
8. Tunggu sampai muncul gelembung-gelembung/lubang-lubang di hampir seluruh permukaan pancake, balik pancake
9. Tunggu kira-kira 30 detik (gak pernah ngitung sih, tapi pake feeling aja muehehehe). Angkat pancake saat sudah matang
10. Jadi deh :D


TIPS!
1. Buat yang bingung harus pake mentega tawar macam apa (yang harganya rada mihil juga ya kakak) jangan khawatir! Saya biasa pake blueband dan hasilnya pun oke-oke aja kok :)
2. Mentega yang dioles di wajan gak harus banyak. Saya cuma pake sekali di awal dan setelahnya tiap mau nuang adonan gak pernah pake mentega lagi. Kalau kebanyakan pake mentega biasanya malah gosong.
3. Apinya jangan kebesaran! Kalau wajan udah berasep-asep lebih baik diemin dulu sampe agak dingin, baru mulai lagi. Kalau enggak, dijamin hasilnya gosong!
4. Kalau sekiranya adonan kekentelan, bisa ditambahin susu atau air. Kalau keenceran, tambahin aja terigunya. Ini nambahinnya pake feeling aja ya hehe... Semakin kentel adonan, pancakenya akan semakin tebel.
5. Kalau pengen sarapan pancake tapi gak yakin bikinnya sempet subuh-subuh, bisa banget loh adonannya dibikin malem. Tinggal ditutup pake plastic wrap dan dimasukin kulkas. Besok paginya diaduk-aduk biar adonannya rata lagi dan siap dibikin jadi pancake :D

Biasanya saya pake vla coklat makannya. Yang foto bawah itu ditambah oreo crumble :9
Vla coklatnya... bikinan mama. Muahahahahaha....
Untuk resep vla coklat monggo dicari di internet yaa *pemalas*. Kalau gak ada mama biasanya saya pake vla instan. Itupun enak kok :) Atau pake selai/susu kental manis. Eaaaa jadi ngiler... *tampar diri sendiri biar gak drooling*

Well, have a nice Sunday, fans!

Kamis, 17 April 2014

A Journey Called "Book" - Winnie The Pooh

Being a book-addict isn't my choice at first. It was my mom's.

Sebagai seorang pecinta baca dan buku, mama selalu menyuruh anak-anaknya untuk beli satu buku setiap bulannya, pas momen belanja bulanan. Maksud dan tujuannya sederhana, supaya anak-anaknya cinta buku. Kebiasaan ini berlangsung selama kurang lebih dari saya TK sampai SD. Dan jujur aja, ini yang membuat saya bisa jadi orang yang sangat hobi baca seperti sekarang. Selera buku saya tentu aja gak sama sejak kecil. It is changed, through the times.

Pada awalnya saya suka beli buku cergam Winnie The Pooh. Itu, lho, cerita tentang Pooh si beruang madu dan temen-temen binatangnya yang lain kaya Piglet si babi kecil teman baik Pooh, Tiger si harimau periang, Eeyore si keledai pendiam dan penyendiri, Owl si burung hantu bijak, Rabbit si kelinci yang agak-agak galak (kalau gak salah), Christoper Robin--satu-satunya manusia di cerita itu, dan banyak lagi tokoh lainnya.

Peta Desa Pooh dan Kawan-Kawan

Bisa baca di sini untuk tau lebih banyak tentang Winnie The Pooh.

Well, it's kind of amazing how my brain is managed to still remember those details. Bahkan saya masih inget cerita-ceritanya. Ada yang tentang Piglet yang bikin rumah dari kayu, temen2nya pengen masuk ke rumah itu tapi karena kekecilan akhirnya ga dibolehin sama Piglet (akhirnya mereka semua bikin rumah kayu yang lebih besar bareng-bareng), ada juga tentang Tiger yang loreng-loreng di tubuhnya tiba-tiba menghilang kalau gak salah karena kena hujan (pada akhirnya loreng2nya muncul lagi setelah dia nyoba berbagai cara), terus tentang Pooh yang takut ke dokter dan akhirnya diajakin Christoper Robin (lupa akhirnya gimana), dan terakhir (yang saya inget) ada tentang Eeyore yang ekornya ilang (ini absurd, dan saya juga lupa ini ceritanya ada atau cuma imajinasi saya doang).

Saya masih inget juga karakter tiap tokohnya, Pooh si beruang madu gendut yang tergila-gila sama madu dan cuma pake kaus merah doang, gak pake celana. Piglet, babi berwarna pink dengan baju garis-garis (itu baju bukan sih?) yang selalu gugup kalau gak ada Pooh di dekatnya. Tiger si harimau yang cara jalannya aneh dan gak akan pernah dibahas sebagai cara jalan hewan mamalia di matkul Zoover yaitu lompat-lompat dengan ekornya sebagai tumpuan. Eeyore, keledai yang kesian banget, pendiem, rumahnya di pinggir sungai dan jauh dari yang lainnya, udah gitu cuma berupa dua kayu yang saling bersender (kaya atep rumah gitu), ekornya bisa lepas dan selalu dipitain pink. Rabbit si kelinci yang punya kebon wortel di depan rumahnya dan suka senewen sendiri kalau Tiger mulai lebay bertingkah. Owl burung hantu yang multitalenta, bisa jadi penasihat, dokter, guru, dan lain-lain. Terus yang terakhir Christoper Robin, manusia yang ganteng muncul entah dari mana, suka ngasih nasihat kalau Pooh dkk mulai-mulai ngaco kelakuannya. Chris itu ibaratnya seperti kakak asuh gitu deh bagi Pooh.

Karakter di kartun Winnie The Pooh

Cerita-cerita dari buku Pooh koleksi saya ini selalu tentang cerita ringan, ditulis dalam buku tipis full colour, cocok buat anak-anak yang baru mulai belajar baca. Sebelah halaman untuk gambar dan sebelahnya lagi untuk narasi cerita yang tidak terlalu banyak, ditulis dalam huruf berukuran cukup besar khas buku anak-anak. Pas saya belum bisa baca, mama selalu bacain untuk saya, biasanya malem2 sebelum tidur setelah buku itu dibeli. Gak tau kenapa sampai sekarang masih kebayang gimana asik dan enaknya tidur di sebelah mama atau papa sambil dibacain buku cergam Winnie The Pooh. Atau besok paginya abis pulang sekolah saya duduk-duduk sambil bolak-balik buku itu, ngeliatin gambarnya. Kadang suka nusuk-nusuk penuh emosi ke gambar tokoh yang kelakuannya kebetulan lagi nyebelin di buku itu *dari kecil udah kejam, ya, maaf*

My Very First Winnie The Pooh

Buat saya, Winnie The Pooh itu ibaratnya buku pertama saya. Dan memang tagline di buku-buku cergam itu adalah "My Very First Winnie The Pooh". Isi ceritanya bermakna dan selalu ada "the moral of the story" atau moral cerita di akhir ceritanya. Temanya tentang kejadian keseharian yang sering terjadi, terutama di dunia anak-anak. Tokohnya punya karakter yang 'manusiawi' dalam artian walaupun baik tapi kadang bisa bikin salah juga atau walaupun keliatannya nyebelin tapi pasti punya sifat baik yang gak disangka-sangka. It's a good book, indeed.
Kalau nanti saya punya anak, buku ini (kalau masih ada tentunya) pasti akan jadi salah satu buku yang saya beliin untuk dia. Sangat disayangkan, saya kurang apik dalam memelihara buku *bahkan sampai sekarang*. Jadinya buku-buku koleksi Winnie The Pooh saya bertebaran entah ke mana, udah bertahun-tahun gak pernah saya lihat lagi hiks... *seka air mata*

For me, Winnie The Pooh isn't only the honey addict bear that wear the same red t shirt everyday. He is more than that. Definitely more than that :')

THINGS I HATE THE MOST

Setiap orang pasti punya hal yang dibenci. Iya, kan? Iya, dong...
Begitu pula dengan saya :D Yah, walaupun kece, tapi saya kan tetap manusia biasa :’)
Jadi, mari kita coba telaah satu persatu apa saja yang hal-hal yang saya benci itu......

WARNING! Sebelumnya, saya kasih tau kalau postingan ini berisi tulisan yang sangat subjektif dan tidak akan ada gambar di dalamnya *masa iya saya masukin gambar tentang hal-hal yang saya benci* Jadi.... jangan bosan ya!

1.       Katak dan Reptil
Oke, ngaku deh. Ini mah keparahan! Secara saya anak biologi tapi takutnyaaaaaaaa kebangetan kalau udah liat katak, ular, kadal, dan lain-lain *menrinding*. Kalau dipikir-pikir lagi, kalau aja saya sedikit inget sama ketakutan saya akan semua binatang ini pasti pas milih jurusan buat SNMPTN saya udah mencoret biologi dengan seribu coretan dari list jurusan yang akan dipilih. Tapi apa boleh buat, saya gak sadar sama hal ini dan keterimanya juga di Biologi instead of Matematika hahahaha tapi i swear that saya gak menyesal kok masuk Biologi :)

Well....... This phobia got me into a very hard situation setiap kali praktikum yang ada hubungannya sama hewan-hewan. Pertama praktikum Struktur hewan di mana ada dua minggu saya lalui dengan termehek-mehek karena berturut-turut ngebedah kodok dan kadal. Teruuuus ada praktikum Zoologi Vertebrata di mana dua minggu berturut-turut pula saya harus identifikasi katak, kodok, kecebong dilanjut kura-kura, kadal, tokek, biawak, komodo, dan teman-temannya *merinding lagi*. Walaupun berupa awetan basah dan kering (kecuali kecebong yang fresh from the kolam where they lived in* tetap aja saya merinding disko selama praktikum dan jejeritan tiap ada yang nyodorin kodok *tepok jidat*. Udah gitu pas fisiologi hewan malah lebih parah karena harus dekapitasi katak which is, let me tell you, sangat kejam untuk dilihat mata yang polos seperti mataku huhuhuhu silakan cari tau sendiri gimana tuh cara dekapitasi *huk*

Beberapa dosen sama asprak ada yang gemes banget liat saya dan temen yang takut kodok juga *yeeaaay ada temen! #plak* karena kami pasti bikin ribut tiap praktikum dengan jejeritan geje. Saya dianjurkan untuk membuang rasa takut saya. Tapi... pegimana dong kalau udah takut mah *nangis sesenggukan*. Gak ngerti juga apa yang bikin takut atau jijik yaaa tapi sepertinya muka mereka yang nasteung *apa ya istilah indonesianya* bikin saya ilfil berat kalau liat mereka. Sama kura-kura aja saya takut coba!!!

Bahkan kalau liat di tv atau laptop atau gambar di buku juga geliiiiiiiii banget sampe kalau di buku muncul, di halaman yang ada gambarnya saya gamau megang *facepalm*. Pernah suatu kali saya lagi nyari istilah apa gitu buat laporan zoover di google, kalau gak salah tipe posisi jari di burung petengger, segala macam tipe kaki zygodactilus gitu lah. Dan pas searching di google yang keluar malah gambar bunglon!!! *merinding hebat* *kemudian mulut berbusa*. Yang ada itu saya lagi ngerjain laporan langsung geli abeeeeeeesss dan close window buru-buru sambil bergidik. Emang siiiiiiiiiih itu tipe kaki bunglon juga tapi kan bukan itu yang gue cariii!! Huhuhu... akupun trauma berat dan gak pernah searching kata-kata itu lagi di google. Preeet... cukup sekali aku merasakan (T^T)

Jadiiiii saya resmi menempatkan kedua binatang ini sebagai nomor #1 yang saya paling benci. Tiap ada katak atau kadal atau ular pasti aku benciiiiiiiiiih sekaleh melihatnyaaaaa :p (tapi untuk kura-kura gak lah ya kalau ngeliatnya dari jauh *orang di rumah juga melihara kok*. Kalau kura-kuranya dideketin sampe pola lurik-lurik di badannya keliatan, nah baru....)

2.       Fisika
Yang ini mah entah kenapa ya bisa benci huhuhu akupun tak tahu. Yang ngambil major study di fisika maafkanlah aku, aku tidak benci padamu melainkan pada bidangmu! *kemudian dibakar di tengah JICA sama anak-anak fisika*
Waktu SMP tuh pernah dapet PR Fisika. Sebagai anak yang rajin, rendah hati, pandai menabung, cantik, lemah gemulai dan enak dipandang *opo toh iki* saya pun memutuskan untuk mengerjakan tugas fisika itu sendiri, sesulit apapun! Akhirnya setelah berkutat sekitar 2 menit dan menyerah *yeeee cepet amat nyerahnya* saya minta bantuan papa untuk ngerjain soal ini. Tapiiiiiii ternyata papanya udah tidur. Karena kepepet besok dikumpulin, ya saya bangunin deh papa. Yang ada kejadiannya begini: papa ngejelasin à saya gak ngerti à papa jelasin lagi à saya makin ga ngerti à papa marah-marah terus tidur lagi à saya gak ngerti dan sedih dan akhirnya nyerah.

Ya udah dari situ tiap ngerjain pr fisika saya pasrah untuk... nanya aja ke temen yang udah ngerjain hehehehe *bahasa halus untuk mencontek*
Pas SMA keadaan tidak berubah dengan guru fisika yang mendukung rasa benci saya sama fisika. Kecuali di kelas 3 itu ada Bu Atti yang baiiiiiiiiiiik dan enaaaaaaaaaak banget ngajarinnya. Tidak ada yang suliiiiit kalau kata Ibu hahaha anak-anak SMA 4 yang diajar Bu Atti pasti tau deh kalimat itu. Maka dari situlah saya lumayan bisa fisika walaupun cuma sedikit banget.

Pas kuliah, saya terkena tamparan kenyataan kalau ternyata di biologi ada mata kuliah Fisika Umum! Huhuhuhu rasanya pengen nangis aja dah. Milih biologi itu ya maksudnya biar kagak ketemu fisika gitcyuuuh. Etapi ternyata masih ada *geleng-geleng kepala merasa dibohongi* Untung cuma 1 semester dan walaupun gak ngerti-ngerti banget *banget gak ngertinya maksudnya* tapi bisa lulus dengan nilai B :’)
Anehnya, ini sekeluarga padahal jago fisika semua, lho, kecuali saya! Papa sama kakak cowok saya lulusan Politeknik Manufaktur Bandung *yang notabene harus ngerti fisika lah ya pasti* dan kakak cewek saya masuk teknik kimia ITB *heloooo anak teknik kagak jago fisika apa kabarnya deh*. Kayanya cuma saya yang bego banget fisikanya di rumah *kecuali mama ya, soalnya cuma mama juga di rumah yang bidangnya IPS hehe*. Entah sampai kapan rasa benci ini akan kupendam...

3.       Jeroan dan Daging Kambing
Bagi banyak orang, mungkin daging kambing adalah benda paling maknyus yang bisa dimakan oleh manusia sehat. Begitu pula dengan jeroan yang konon kabarnya gurih-gurih nikmat gimana gitu. Nah, entah kenapa ya, saya gak suka keduanya.
Saya selalu menganggap daging kambing itu bauuuuuuuu kayak embeknya aja pas masih hidup. Dan emang bener! Selama ini kalau makan sop kambing gitu pas ada yang akikah idiiiih nyium baunya aja langsung bilang NO besar. Di rumah ternyata papa, kakak cewek, dan Hanum suka sama daging kambing. Kalau beli sate kadang suka beli sate kambing juga selain sate ayam. Jadi kalau papa beli sate, pasti idung saya mengendus-endus curiga sambil nanya, “Ini sate kambing atau ayam?”. Kalau udah dijawab ayam pun saya belum 100% yakin jadi pasti diendus-endus lagi satenya. Kalau udah yakin gak ada bau kambing sedikit pun baru deh saya mamam. Tapi kalau ada yang ngasih daging yang ga ada bau kambingnya dan saya gak dikasih tau kalau itu daging kambing, kayaknya bakal saya makan juga deh. Secara gak tau rasa dagingnya kaya gimana, jadi as long as i don’t know kalau itu kambing yaa gak ada masalah kayanya. Muahahahaha...

Kalau soal jeroan... gak semua saya benci sih. Untuk paru, usus (ayam) , dan ampela saya masih doyan. Tapi kalau babat, usus sapi, otak, hati, iyuuuuuuuuuuuuuwwwwwwwhhh menyingkir dan enyahlah jauh-jauh!!!! Gak tau kenapa ada yang bisa saya makan dan enggak. Tapi kalau makan apa gitu dan ditawarin “mau jeroan?” otomatis pasti geleng-geleng kepala.

4.       Ada yang Ngilangin Barang
Duh ini mah, gak sukaaaaaaaaaaa banget!
Jangan salahkan kalau saya pelit dan posesif tiap minjemin barang karena kebanyakan kalau saya ikhlas minjemin barang tuh pasti adaaaaaaaaaa aja orang sembrono, gak bertanggung jawab, nyebelin, dan gak pedulian yang ngilangin barang saya. Mungkin banyak yang nganggep lebay banget deh cuma pulpen 2000 ilang aja sampe segitunya tapi heloooo mau cuma upil juga tetep aja kali kalau minjem harus dibalikin *oke, ini menjijikan*.
Kita gak pernah tau lho barang yang kita pinjem punya nilai historik sebesar apa bagi pemiliknya jadi pleaseeee banget kalau minjem tuh harus dipikirin, bisa gak jaganya? Kalau ilang bisa gak tanggung jawabnya? Iya, kan? Iya, kan? IYA KAAAAAAN??? *arahin mic ke arah pembaca*
Gak ngerti deh, udah dipinjemin tuh berarti dikasih tanggung jawab sama amanah buat ngejaga benda yang dipinjemin, eh malah diilangin =.= Mending kalau mau dan bisa ngegantiin, kalau engga? May I teke you bolak-balik? *gosok-gosok kepalan tangan*

5.       Bikin Dasar Teori buat Laporan
Ahahahaha personal banget kalau ini!
Entah kenapa kalau pas laporan bagian dasar teori pasti maleeeessss bingit *pake ‘bingit’ biar kekinian*. Mendingan dapet bagian pembahasan atau editor sekalian, deh, huhuhuhu..
Hal yang bikin males dari bikin dasar teori bagi saya adalah:
  •  Nyari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan kebenaran kontennya
  • Ngutip kalimat dari sumber (lengkap dengan footnote dan daftar pustakanya)
  • Ngebaca secara keseluruhan materi dan nulis ulang pake bahasa sendiri

Malesin gak? Malesin dooooong...
Tapi anehnya tiap beres baca dasar teori buatan sendiri tuh ada kepuasan gitu. Berasa aja saya sendiri yang ngelakuin penelitian untuk semua teori, konsep, prinsip, hukum yang ada di tulisan itu. Muahahahaha... padahal ilmu baru sampe baca penemuan orang dan nulis ulang ya, itupun udah males. 

So, those are 5 things I hate the most. Don't judge me for being like this :D

Selasa, 25 Februari 2014

Semester Enam!

Hehe sepertinya udah jadi kebiasaan ya setiap awal semester saya selalu posting di sini.
Biarin ah ya biar semangat tiap awal semester :p

Well well well... Sebelumnya mau nanya dulu nih sama semester 5, apa kabarnya wahai kalian? *arahin mic ke semester 5* *dilempar biakan bakteri*

Oke, semester 5 ga usah dibahas ya. Kayaknya semester yang satu itu udah terkontaminasi sama mikrobiologi.

Jadi? How is 6th semester? Sejauh ini kabar paling mengejutkan di semester ini adalah.......
mata kuliah metodologi penelitian akan diakhiri dengan seminar proposal skripsi asli. bukan proposal latihan. bukan seminar latihan. tapi yang asli buat nanti saya penelitian skripsi. yah begitulah.
Sistem perkuliahannya sebenernya oke banget. Dari minggu pertama sampe akhir bakal diajarin cara nyusun propsal skripsi (dan proposal PKM-P!!! oh Tuhan mengapa ini jugaaa??!!) mulai dari cari artikel jurnal pendukungnya sampe daftar pustaka. Minggu ini udah masuk pembuatan latar belakang tapi saya masih cenat cenut nyariin artikel jurnal yang fix karena yang saya download kebanyakan udah lewat dari 5 tahun ke belakang huhuhu. 
Ibaratnya kalau kata pa ari widodo "Kalau anda punya ide, lalu nyari dan nemu artikel tahun di 2000, 2002, 1998 ya itu sama seperti kalau ada yang nawarin anda disket. Biar kata gratis tapi siapa juga yang mau? Udah basi! Berarti ide anda sudah basi!" JLEB! JLEB! JLEB! JLEB! JLEB!

Anyway...

Semester ini bau-bau tingkat akhir udah mulai kecium. Apalagi dengan matkul metlit itu. Ditambah dengan matkul ekologi umum yang bagi anak dik adalah kuliah lapangan terakhir (dan paling hebring pula). Sejauh ini destinasi untuk kulap yang satu ini selalu paling jauh di banding kulap lain (ya eyalaaaaah! TMII? Kebun Raya Bogor? Taman Bunga Nusantara? Seaworld? Batan Jakarta? Ragunan? Lewaaaaat semua! Kebon Binatang Bandung? Hapalagi -_-).

Berdasarkan pengalaman kakak tingkat angkatan 2008-2010, lokasi kulapnya selalu ambil jawa timur ke sananya lagi. Angkatan 2008 kalau ga salah ke Taman Nasional Bali Barat dan angkatan 2009-2010 sama-sama ke Taman Nasional Baluran Jawa Timur. Angkatan saya ke mana dong kira-kira? Hehehehehe rahasia duoooong *kedip-kedip ga penting*. Rencananya sih ke daerah *piiiip* tapi belum tau juga dapet izin atau enggak. Nantikan saja pemberitahuan lokasi fixnya okeee apakah kami akan kulap ke Kalimantan? Papua? Atau bahkan Afrika? Naaaaantiiiiiikaaaaanlaaaah~~~ Muahahahaha *ketawa ala jin*
Yang paling dikhawatirkan selain ijin sebenernya adalah dana. Manalah taun lalu aja biaya udah Rp. 1.500.000 per orang. Entah taun ini berapa T^T *nangis berjamaah*

Okay selanjutnya ada juga matkul Seminar Pendidikan Biologi dan Seminar Pendidikan Agama Islam. Fyuh. Fyuh. Fyuh. Yang SPB sebenernya cukup simpel, cuma cari jurnal, bikin makalah dan presentasi. Tugas akhirnya proposal skripsi (sebenernya sih simulasi) tapi karena udah ditugasin juga di metlit jadi ya dianggap sama lah tugasnya. Kalau SPAI gimana? Udah ga usah dibahas. Males.

Terus teruuuuuus ada juga matkul biologi standar *yakin lo standar?* kaya Genetika, Kapita Selekta 2 *lanjutan Kapsel 1* dan Perencanaan Pembelajaran Biologi. 

Dan yang gak kalah cetar membahana adalah matkuuuuulll... jeng jeng jeng jeng.... KKN!!! Yeaaaay akhirnya saya ngontrak matkul hasyemele hasyemele ini uwooooooo~~~ Entahlah bagaimana keadaan finansial saya pertengahan tahun ini. Pertama kulap, kedua KKN. Dua-duanya butuh dana yang lumanjen ya. Tapi saya yakin aja sama Allah deh, yang Maha Memiliki Bumi, Langit, dan seluruh isinya pasti bakal ngasih saya jalan dan rejeki yang terbaik untuk melalui keduanya. Aamiin...

Segitu aja deh curhatan awal semester ini. Semoga semua yang membaca postingan ini diberi kemudahan oleh Allah dalam semua kegiatan yang diniati dengan baik dan semoga berkah selalu rezekinya. Hohoho~~~ 
Goodbye adios amigos~~~

Senin, 13 Januari 2014

Almost 6th...

Holala~~ *nari kune-kune ala Gon-chan di komik Baby and I*
Selamat tahun baru semuanya ^^ walaupun telat 13 hari, anggap saja ini adalah tahun baru ya soalnya emang ini postingan pertama di blog ini di tahun baru muahahahaha...

Seperti biasa, kalau udah kuliah bukan main malesnya untuk posting apapun di blog. See, cuma beberapa postingan yang saya tulis selama semester 5. Seringnya malah post di tumblr karena entah kenapa kalau di tumblr itu enak banget posting macem-macem dalam porsi sedikit-sedikit. Jadi setiap hari bisa posting banyaaaaak banget *kalau reblog itu termasuk posting ya muehehehe*

Anyway...
The 5th Semester is almost done.... and... I think I'm not doing anything quite well this semester...
Semester ini super sibuk dan super nyebelin dalam segi kuliah maupun tugas. Dengan segala tingkat kestressan yang ada I've to trying really hard to put quite effort to doing something. Even if cuma ngerjain jurnal praktikum tapi alamaaaaak malesnya gak ketulungan. Rasanya pengen bakar tu jurnal saking keselnya. And to make it worse....... tiap kuliah juga banyak bosennya daripada dengerin dosen yang lagi ngejelasin. Ada beberapa minggu cuma saya abisin buat masang muka sok serius padahal dalam hati udah terkantuk-kantuk dan tidur akibat males dengerin kuliahnya. That was the worst part karena saya sungguh udah nyia-nyiain kesempatan untuk mengerti semua materi kuliah supaya pas h-1 ujian gak perlu belajar keras.

Tapi alhamdulillah akhirnya sadar juga dan kembali mencoba untuk fokus walaupun bisa dibilang, materi kuliah semester ini sangat agak membosankan. Kebanyakan berupa materi abstrak yang kalaupun dipraktekin itu yaaa rada jauh sama kejadian sehari-hari. Dibandingin sama semester 4 yang menurut saya materinya asyik banget kaya PSUPD (Pembelajaran Sains untuk Pendidikan Dasar), Embriologi Hewan, Ilmu Gizi, dll. Tapi semester ini saya harus bisa bertahan dengan materi-materi yang sangaaaaaat teoritis dan butuh kesadaran, kesabaran, dan kemauan yang tinggi untuk bisa mengerti semua itu.

Well... tinggal 2 mata kuliah lagi yang belum diuji dan doakan saya yaaaaa semoga bisa dilalui dengan gemilang!! :D

By the way way way...
Bulan Februari nanti saya akan memasuki semester 6 dan bertemu dengan mata kuliah awyeah di sana. Can you believe it? Berarti blog ini udah hampor 3 tahun lho secara dibikinnya pas masuk kuliah dulu muahahahaha amit-amit ya isi postingannya aja gak sampe 50 *tutup muka*. Doakan lagi ya semoga semester 6 ini akan bisa saya lalui dengan penuh kesadaran supaya hal2 di atas (segala males ngerjain tugas dan kuliah) tidak terjadi lagi. Enough mamaaaaaaaah aku gamau berakhir sia-sia di atas bangku seharga 2 juta per semester ituuuuuu!!!

Sabtu, 12 Oktober 2013

So Far...

Minggu ini udah memasuki minggu kedua Oktober, meaning... udah 1 setengah bulan di semester 5. So far... feeling haven't done pretty well for this 1,5 months :(

Minggu pertama masih okelah, masih lumayan niat untuk serius kuliah. Minggu ke dua masih oke. Minggu ketiga mulai males. Keempat.... dan puncaknya minggu kelima, setelah beres Orikula (orientasi kuliah lapangan). Karena emang malem sabtu dan minggunya itu kurang tidur banget, ditambah capek dan lumayan banyak pikiran, eh... malah jadi males dong bawaannya :(
Senin bawaannya lemes dan ngantuk. It's ok, masih dimaklumi karena pulang dari lokasi camp itu nyampe jam 12 tapi nunggu dulu di kampus sampe jam 3an. Nyampe rumah udah magrib dan setelah beres-beres mandi dan sebagainya saya masih harus ngedit laporan fiswan sampe jam 12an. Wajar sih kalau besoknya langsung gak fit. Tapiiiiiiiii yang bikin kesel adalah bawaan langsung males sepanjang minggu. Dipikir-pikir dari minggu pertama emang masih kebawa santainya semester 4 dan semester pendek. Gak mau banget begadang. No matter what, pokonya jam 10 harus udah di kasur. Sampai-sampai semua tugas ditunda dan dikerjain dengan seenaknya. Nyebelin pokoknya!

Udah gitu pas hari Jumat kan ke kampus untuk destruksi bekas praktikum Mikrobi dan harusnya ngulang praktikum pencernaan fiswan. Pas destruksi itu capeeeeee banget karena entah gimana kelas saya kebagian nyuci alat banyak banget! Nyebelin :( Ada kali nyuci 200 tabung reaksi, entah itu punya siapa aja karena kalau diitung-itung sekelompok gak nyampe 15 tabung, itupun di kelas cuma ada 8 kelompok. Belum cawan petri, preparat, pipet, dsb. Jadinya berasa capeeeek banget. Udah beres destruksi harusnya langsung ke lab fisio tapi sekelompok sepakat untuk gak ngulang praktikum karena hasil praktikum kita yang minggu sebelumnya udah bener. Pulang ke rumah langsung leyeh-leyeh. Berpikiran untuk ngerjain jurnal mikrobi tapi males. Entar aja deh... entar aja... Ditunda terus tuh sampe minggu sore, dan masih mikir... entar aja malem... Sampe akhirnya malem jam 10an udah gak mood banget, mikirnya besok bisa deh... Sampe akhirnya beneran gak dikerjain tuh jurnal! Padahal banyak banget yang belum dibikin dari praktikum sebelumnya dan praktikum yang akan datang. Sumpah nyesel sama kemalesan diri saya ini yaaaaaaaa :(((((

Akhirnya di Senin malem saya mulai ngerjain jurnal. Jam 10 udah pengen nyerah tapi dipaksain dan..... beres kok jam 12! Dan gak ngantuk-ngantuk amat! Ini cuma masalah kemauan dan niat. Kalau emang konsisten pasti bisa selesai, kan? Dari situ saya mulai tersadar. Hey, selama ini cuma males doang lho, bukannya kamu gak mampu. Bisa, kan, kalau dipaksain? Akhirnya selama seminggu itu (Senin sampai Kamis) saya begadang terus. No more tidur sebelum jam 12. Pasti paling cepet jam setengah satu baru di kasur. Saya selesaiin semua tugas yang numpuk sampe akhirnya minggu ini cuma nyisa beberapa tugas yang baru dikasih untuk minggu depan. Yeeeaaaayyy!!!

Seneng banget bisa sadar dari segala kemalasan saya sebelumnya. Rasanya takut nanti bakal balik ke sifat itu lagi, padahal ini semester 5 lho, semester yang cukup sibuk. Melebihi kesibukan semester 3. Ada dua mini riset yang harus dijalani (setara buku perikehidupan bebannya), ada makalah penelitian lingkungan, praktikum aja ada 3 (dulu juga pernah ada 3 praktikum dalam 1 semester, tapi gak pernah harus bikin bahan dan nyiapin medium buat praktikum sendiri kayak sekarang). Padahal cuma ngontrak 17 SKS biar bisa fokus ke 5 matkul yang 3 SKS dan 1 matkul pilihan. Tapi entah kenapa malah termakan sendiri, jadi bener-bener nyantai dan gak fokus kuliah, duuh.....

Semoga sekarang udah bisa berubah menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Lebiiiiiiiiiih daripada sebelum-sebelumnya. Aamiin....

Mari menugas sedikit sebelum 'kesibukan' long weekend dimulai =))

Sabtu, 31 Agustus 2013

A Good Ballad Songs from SNSD

Haloooo~~
31 Agustus 2013, hari ini adalah hari terakhir dari bulan Agustus dan tinggal 1 hari lagi saya memasuki Semester 5! Huwaaaaaaaaaawwwww :')

Maafin ya ini blog diupdate kok kesannya 1 semester sekali =.=

Anyway, kali ini mau membahas lagu-lagu ballad SNSD/ Girls Generation yang menurut saya enakeun hehehehe
Sebelumnya, mohon dipahami kalau saya adalah seorang SONE alias fansnya SNSD. Jadi jadi jadi..... postingan ini rada-rada menjurus ke fangirling ya #kyaaaa #kyaaaa

1. Love Sick (SNSD TTS 1st Mini Album - Twinkle)
Lagu ini merupakan track no. 6 di mini album perdana subunit TTS, Twinkle. Lagu ini ceritanya tentang cewek (diasumsiin cewek ya, kan yang nyanyi cewek #lah) yang saking sukanya sama cowok sampe kena 'Love Sick' alias sakit cinta. Yaaaah ternyata rada dangdut juga ya SNSD...
Kesannya sih si cewek ini selalu jadi ngerasa sakit begitu tiap ada cowoknya atau inget perasaannya. Bukan sakit literaly atau sakit yang bikin dia menderita, cuma mungkin kaya sensasi-sensasi yang generally, hampir semua orang pernah rasain waktu suka sama seseorang. Iya kaaaan? Pernah kan jadi deg-degan banget pas ketemua him/her? Atau tiba-tiba lidah kelu dan kita ngoceh gak penting di hadapan orang yang kita suka? Yak, begitulah perasaan yang mbak-mbak SNSD sampaikan di lagu ini...
Pertama denger gak bisa langsung suka banget, tapi didenger lama-kelamaan enak juga. Nadanya unik dan secara ya TTS kan suaranya bagus-bagus. Lagunya sedikit powerfull pas bagian reff, terutama pas Taeyeon yang bawain. It's good, i love that powering voice of Taeng ;)
Check their live perform for this song~

2. Baby Step (SNSD TTS 1st Mini Album - Twinkle)
Masih dengan Taetiseo. Sumpah lagu-lagu mereka bagus-bagus semua di album Twinkle! Gak ngerti juga kenapa SM kayanya give the best banget buat subunit pertama mereka ini. Album, mv, songs, perform, choreography sampe outfit stage juga semuanya outstanding! Dibandingkan sama regular album mereka AS SNSD, lagunya emang banyak tapi gak semua bagus dan berkualitas. Well, forget it. Hahaha bukan waktunya protes sama SM tentang hal ini.
Any hoooo, Baby Step sebenernya lebih duluan mencuri perhatian saya. Emang ini lagu termasuk jagoannya Twinkle sih. Dan walaupun ballad, mereka pake koreografi waktu perform. And, yes, I like it! Walaupun mungkin ada yang bilang "maksa banget, sih, lagu slow aja pake dance" hahaha but boooooo it's somehow good enough to be seen kalau menurut saya.
Lagu ini ceritanya tentang seseorang yang pengen lebih deket dengan orang yang dia suka. Tapi dia gak sanggup menahan gejolak perasaannya sendiri dan dia ngerasa takut juga kalau semakin didekati malah semakin jauh orang yang dia suka itu. Sebenernya dia cuma mau memperlihatkan cintanya, tapi ya itu dia, takut ditolak. Aaaah kenapa lagu ballad bawaannya begini yak -_- One sided love, unseen love, dan tipe-tipe love in silence be-be-begitu deh.
Well, ini perform Baby Stepnya~ Monggo ditengok..

3. Complete (1st Album - Girls' Generation)
Lagu ini tentang how someone can made you feel that your life is perfectly completed when he/she is around. Yup, suka banget sama lagu ini. Terutama karena beberapa member juga merasa ini lagu yang mereka suka dan di Asian Tour Concert pertama mereka, lagu ini dinyanyikan dengan begitu kerennya sampe sukses membuat mereka dan fans nangis terharu. Di tengah perform ada break yang tiba-tiba di mana semua member gather di tengah panggung, pegangan tangan, nunduk dan sepertinya berdoa. It's tooooooo sweeeeeeet! Eh, kenapa juga jadi bahas perform ya? Ahahaha...
Honestly, dari segi musik lagu ini gak terlalu powefull atau kuat, tapi karena liriknya bagus dan nadanya nenangin, lagu ini cukup bagus.
To make my life complete, you make my life complete... :')

4. Dear Mom (1st Mini Album - Gee)
Ini lagu sumpaaaaaaaaaaaah bikin tearing eyes banget :''''''
Sesuai dengan judulnya, ini tentang perasaaan anak buat ibunya. Bagaimana di tengah kegundahgulanaan dan keresahan kita di hidup yang kadang gak berjalan mulus, gak berjalan lancar dan mengecewakan, tiba-tiba seorang Ibu bisa membuatnya menjadi lebih baik. Cukup dengan sebuah panggilan telepon dan menyanyakan apakah kita sudah makan dan itu sukses bikin kita ngerasa, "Wow, Mom, how lucky i am as your daughter/son to have you...". Besides, kita sebagai anak gak selalu bisa ngasih yang terbaik buat mereka (gak hanya ibu, ayah juga), tapi mereka selalu selalu dan selalu ada. Mendukung, memperhatikan dan menyayangi kita tanpa pamrih.
This song is touching my heart to the deepest point. Di perform ini pun SNSD sering banget nangis. Terlebih Tiffany memang udah gak ada ibunya (meninggal) meskipun di perform di bawah ini Tiffany gak nangis. Coba diliat juga interview mereka di KJE's Chocolate pas Fany ngomongin betapa beruntungnya dia dapet 8 member SNSD sebagai 8 saudara yang dikirim ibunya dari surga. Aaaaaaaaah! Just never talk about this without tears...
Ini KJE's Chocolate when Fany talks about her mom...

5. Forever (2nd Album - Oh!)
Kalau lagu ini, secara selintas terdengar kaya lagu Ballad yang memperdengarkan kesedihan padahal sebenernya gak. Ini tentang bagaimana seseorang merasa sangat bahagia dengan pasangannya, sampe dia pengen menghabiskan semua waktunya dengan orang itu.
"Yeongwonhi neowa kkumkkugo shipda" yang artinya I wanna dream forever with you, cukup menggambarkan isi lagu ini. Semua momen ketika dia merasa dijaga sama orang itu, ketika dia merasa udah lelah dan dikuatkan lagi, semua itu tergambar di lagu ini. A sweet song, indeed :)

6. Byeol Byeol Byeol/ Star Star Star (2nd Album - Oh!)
Nah, kalau lagu ini bener tentang kesedihan membabi buta. Ceritanya tentang seseorang yang merasa bingung dengan hubungannya dengan kekasihnya. Semuanya terasa berubah dan dia sampe nanya ke bintang saking stresnya.
"Michi getda, byeol deura..." atau "Bintang, aku hampir gila..." menggambarkan betapa dia gak punya tempat untuk nanya dan curhat sampe bintang jadi pelampiasan #halah
Oh iya, ada versi accoustic R&B dari lagu ini, tapi menurut saya versi aslinya lebih enak didenger. Untuk lengkapnya, ditonton aja ya ini performnya. Kalau emang niat boleh dicari english liriknya. Bagus kok beneran :)

7. Mistake (3rd Mini Album - Hoot)
Lagu ini merupakan lagu buatan salah satu member yaitu Yuri. Ceritanya.... yah cinta yang bertepuk sebelah tangan. Si cewek suka sama cowok itu, terus dan terus menumbuhkan cintanya. Padahal cowoknya gak merasakan cinta yang sama.
"It's my mistake for not making you love me more
It's my mistake for not making you love me more
It's my mistake for not making you love me as much as i wanted you"
Yah.... begitulah kira-kira...

8. Promise (4th Album - I Got A Boy)
Nah, sejujurnya saya juga gak begitu paham sama lagu ini ._.v
Kayanya sih tentang cewek yang terkadang merasa begitu #lelah dengan semua perhatian yang diberikan cowoknya, padahal cowoknya baik sih. Ketika dia lagi kayak gitu, cowoknya nanya, "What about love? What about us?" dan itu bikin dia sadar kalau si cowoknya itu ada di sana. Dia pun sadar dan mereka berjanji untuk selalu bersama selamanya dengan pinky promise. Dan mereka pun hidup bahagia bersama selamanya. The End. *susut air mata*
Okay, lagu ini cukup bagus dan enak didenger. Sedikit powefull dan yah... baguslah. Tapi masih agak kalah kalau dibandingin dengan lagu-lagu di atas.
So, check it out...


9. Lost in Love by Taeyeon & Tiffany (4th Album - I Got A Boy)
Duo TaeNy menyanyikan lagu yang agak desperado sih menurut saya. Jadi si cowok tuh udah minta putus tapi si cewek merasa dia gak bisa melepaskan cowok itu. Meskipun si cowok berkali-kali bilang putus, dia tetep cinta si cowok itu. Gak apa-apa deh dia nunggu selamanya, kapanpun si cowok itu balik dia pasti bakal dengan lapang dada menerimanya. Pada akhirnya dia sadar dia harus menerima perpisahan itu, tapi dia tetep bakal melakukan yang terbaik kalau misalnya si cowok balik lagi. Dan dia gak sedih, lho! Dia ikhlas nunggu cowok itu. Perasaan bahwa si cowok pasti balik lagi gak bikin dia down, tapi justru jadi penyemangat dia untuk hidup.
Sebenernya ini lagu baguuuus banget. Musiknya oke, yang nyanyi juga Taeyeon dan Tiffany yang suaranya oke. Belum lagi maknanya yang menunjukkan ketulusan cinta seseorang. Tapi kan gak segitunya juga ya nungguin orang yang udah bener-bener gak ngarepin kita. Kalau kata @hitmansystem pasti ngapain juga lo buang-buang waktu lo?! Tapi yah, sebenernya hak setiap orang untuk melakukan itu semua. Barangkali si cewek merasakan chemistry mereka udah oke banget dan merasa kalau si cowok adalah Mr. Right buat dia :') *berasa di take me out pake kata-kata chemistry*
Tapiiiiiiiiiiiii lagu ini sungguh dead di tengah-tengah karena adlib/improvenya Tiffany di tengah-tengah lagu. Mending kalau aaaa/whoaaa/huuu/yeah atau apalah tapi ini, entah darimana ide adlib ini berasal, tiba-tiba si fany berseru #halah atau sedikit teriak gitulah menyerukan kata "WOW!". Whaaat? =.= Fanyyyyy, like seriously gitu loooooh! Really, this isn't what i expected from a ballad song! Sungguh yaaa, ini merusak hampir seluruh mood saya selama mendengarkan lagu. Seruan si Fany itu semacam penyemangatlah kalau di lagu-lagu ceria mereka. Dan itupun selalu dia lakukan di PERFORMANCE saja, bukan di lagu aslinya di album. Lagu ballad pula. Doh. Dead, lagu ini bener-bener jadi dead karenanya.

Okaaaaay! Selesai juga mihihi...
Ini hanya dipilih 9 lagu untuk melambangkan jumlah member SNSD yang bersembilan #apasih
Maaf kalau review saya kurang baik, kurang bener, dan kurang oke. Untuk makna lagu yang saya salah tangkep juga maaf yaaa saya hanyalah manusia biasa #huk
So, how about you? Which one is your favorite? :)

Kamis, 06 Juni 2013

In All of Sudden

Hallo, kengkawan~ *entah kenapa kesannya kayak nyapa burung kengkareng*
Hari ini saya akan menyebarkan menceritakan kegejean yang tiba-tiba melanda saya hahahahaha *ketawa ala ibu tiri*

Beberapa hari yang lalu saya lagi susah tidur malem-malem. Akhirnya mencoba mengundang kantuk sambil nonton tv. Pas kepindah ke Global TV ternyata ada film lagi ditayangin. Sepintas keliatannya kayak film komedi-romantis gitu, ya udah deh saya tonton, dan ternyata emang bener itu film komedi romantis...

Judulnya My Big Fat Greek Wedding. Ini film udah mayan lama deh, sekitar tahun 2002 (nyontek taunnya di wikipedia dulu). Ceritanya tentang cewek berasal dari keluarga Yunani yang pure blood gitu deh *maksudnya ayah-ibunya murni orang Yunani asli*. Namanya Toula. Menurut ayahnya, ada tiga hal yang harus dilakukan cewek Yunani baik-baik: menikah dengan pria Yunani, punya bayi-bayi berdarah Yunani, dan nyediain makanan untuk orang-orang--sampai akhir hayat kita.

Nah, si Toula ini, pas lagi kerja di restoran Yunani punya keluarga, ngeliat seorang cowok yang bikin dia literally membeku. Tapi karena penampilannya yang nerd banget, Toula semacam gak dianggep gitu. Akhirnya Toula mutusin untuk kuliah. Nah, setelah dia mohon-mohon bapaknya biar bisa kuliah, akhirnya dia mulai mengenal dunia luar. Belajar make-up, belajar pake lens, belajar gaul sampe berubah dari cewek yang gak menarik banget sampe jadi cantik.

Toula (before)
Toula (after)
Cantik ya si Toula. Mirip aku gitulah cantiknya, cuma dia idungnya mancung beudh, saya enggak. Oke, skip ini.

\Nah, setelah itu dia bekerja di kantor Travel Agency tantenya *yang heboh gak ada dua*.  Pas dia lagi sibuk nelponin orang, ada cowok yang ngeliatin dia dari jendela kantor. Kayak terpesona gitu sama Toula yang dengan lincahnya nelponin orang beresin file di kantor dengan muka ceria. Guess who is the boy? Yup, dialah Ian, cowok yang dulu ditaksir sama Toula di restoran.

Ian, si ganteng yang ternyata guru
Long story short *karena saya males nyeritain*, akhirnya mereka pacaran. Terus si Ian ini berupaya untuk bisa nikah sama Toula yang keluarganya itu berisi orang-orang Yunani yang wipuh pisan, selalu pengen tau urusan orang, dll. Sisanya silakan tonton yaaa, rame kok filmnya. Monggo ditonton di yutup sini. Intinya ini film nyeritain gimana usaha si Ian biar bisa nikah sama Toula dan diterima di tengah2 keluarga Toula yang 100% Greeks semua.


By the way, sebenernya saya kan bukan mau ngomongin film ini.
Lah, jadi daritadi ngapain ngomongin film ituuu?

Sebagai pembuka aja untuk ngomongin topik utamanya yaitu... *jeng jeng jeng* John Corbett alias Ian di film tersebut!!!! *yeaaaaay*

Jadi dari awal saya liat dia, gatau kenapa udah suka aja liat wajahnya. He seems so... lovely. Ada sesuatu di mata Ian yang bikin saya suka. Kalau dia senyum apalagi... kyaaa kyaaaaa *macem cewek2 di konser kpop* Coba deh liat....

His eyes are smile too >.<
Dan selama saya nonton seneng aja gitu liat wajahnya dan rambut panjangnya itu. Don't know why hahahaha. Then I realize, si Ian alias John Corbett ini udah mayan tuwir ya bok.... *tangis berderai*

Om-om kelahiran 1961 yang bikin remaja
kelahiran 1993 kelepek-kelepek
Yes, he is already 42 years old this year. Tapi pas main film itu dia masih 31 taun koooook belum tua-tua amat kan yeeee? *pembelaan*

I don't know why ya, just look at his gentle face. He is just adorable like that....

Om... om...
Nah, setelah nonton film itu entah kenapa saya kok jadi seneng aja liat tipe cowok yang begitu. Yang rambutnya rada gondrong dan matanya ilang kalau lagi senyum/ketawa. Sampai-sampai pas saya lagi blogwalking di sebuah blog dan yang punyanya itu bersuamikan lelaki macam itu *halah* dan saya malah jadi gimanaaaa gitu ahahahaha.

Entahlah, ini semua terjadi begitu tiba-tiba *lebay*.
Anyway, om John Corbett ini main di beberapa film *banyak sih sebenernya* tapi sepertinya dia cuma kece di film ini aja *sok tau*

So, untuk om John Corbett, salam kece om. Plis jangan buat hati aku cenat-cenut :}

Mau yang kayak begini satu aja di kamar
Sekian postingan kali ini. Geje ya. Biar ah, namanya juga "In All of Sudden" *makin gak nyambung*