Halaman

Tampilkan postingan dengan label biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label biologi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 September 2014

Sensasi Ujian Ketok

Ujian ketok? Apaan, tuh?

Mahasiswa di jurusan Pendidikan Biologi UPI pasti sudah gak asing dengan yang namanya ujian ketok. Beberapa mata kuliah terutama yang ada kegiatan praktikumnya biasanya menggunakan metode ujian ketok untuk evaluasi.

Ujian ketok adalah metode ujian yang mengharuskan mahasiswa untuk menjawab soal dalam waktu yang ditentukan. Biasanya waktunya 1-1,5 menit untuk setiap soal yang akan ditandai dengan bunyi 'ketokan' untuk setiap segmennya. Yang membuat ujian ini berbeda sensasinya adalah ketokan tadi juga menandai perpindahan mahasiswa dari satu soal ke soal lainnya.

Bingung?

Oke, kita ibaratkan ada 20 meja di dalam satu ruangan. Di setiap meja akan diletakkan satu buah soal yang biasanya lengkap dengan objek atau spesimen yang harus diamati sebagai patokan soal tersebut. Soal harus dijawab dalam waktu yang ditentukan. Nah, kalau bunyi 'ketokan' sudah terdengar (yang mana bisa menimbulkan serangan jantung ringan bagi yang kagetan) tandanya waktu habis dan kita harus pindah ke soal di meja sebelahnya (yang nomornya lebih besar). Kalau kita belum selesai mengerjakan soal? Ya tetep aja harus pindah! Soalnya ada teman lain di sebelah kita yang harus mengerjakan soal nomor itu. Akibatnya, kalau kelamaan mikir justru kita gak akan bisa menyelesaikan soal-soal di ujian ketok dengan baik. Kita dituntut harus konsentrasi, teliti dan berpikir cepat. Syukur-syukur kalau bisa mengingat nomor dan soal yang belum kita jawab, artinya kelebihan waktu di soal berikutnya bisa kita gunakan untuk menjawab soal yang terlewat. Kalau lupa? Yah, relakan saja :)

Ujian ketok selalu membuat kami deg-degan dengan sendirinya. Pasalnya, objek yang menyertai soal bisa menjadi tombak dari pertanyaan yang macam-macam. Syukur-syukur kalau jawabannya bisa ditemukan dari ciri-ciri objek yang terlihat. Seperti misalnya diletakkan sekuntum bunga dan pertanyaannya adalah "Disebut apa jenis perbungaan pada bunga tersebut?". Nah, kita tinggal mengingat aja kan, bentuk perbungaan yang demikian disebut blablabla. Cukup gampang, kan? Kecuali kalau jenis-jenis perbungaannya kita lupa. Nah itu beda cerita.

Sekarang coba bayangkan kalau pertanyaannya adalah hapalan yang kebetulan tidak tercerminkan dari ciri-ciri yang terlihat di objek soal. Diletakkan awetan basah alga yang warnanya mungkin aja udah berubah dari ijo jadi kuning atau coklat karena pengawetan. Kita lupa, alga apaan ini?! Padahal yang ditanya pigmen yang memberikan warna pada si alga. Mampus aja, kan? Inilah yang namanya nasib. Nasib buruk lebih tepatnya. Bye-bye aja sama soal yang seperti itu. Boleh dijawab asal gak malu pas nanti diperiksa dan ternyata jawabannya ngaco berat sampe bikin asprak atau dosen ketawa. Siapa tau aja, kalau nasib lagi mujur, jawabannya bener. Iya kan?

Kenapa sih harus ujian ketok? Gak bisa ya pake metode ujian lain yang lebih normal? Ujian tertulis gitu?

Nah, ini karena ujian ketok dinilai efektif baik dalam waktu maupun persiapan terutama bagi ujian yang memerlukan objek di setiap soalnya. Bayangkan kalau setiap mahasiswa diberikan 30 soal ujian beserta spesimen-spesimennya satu setiap orang. Bisa penuh kali ya, meja ujiannya menampung 30 bunga-bungaan pas ujian Botani Phanerogamae? Belum lagi akan paciweuh bingung spesimen mana untuk soal yang mana, bagian mana yang ditandai untuk menjawab soal a, b, atau, c, dan sebagainya. Atau kalau setiap soal dosen harus mengelilingkan toples berisi makhluk invertebrata hanya untuk pertanyaan "Apa nama species hewan tersebut?" pada 35 mahasiswa di kelasnya. Abis waktu gak puguh, kan?

Dengan ujian ketok, dosen dan asprak bisa menghemat penyediaan objek-objek yang dibutuhkan di spot setiap soal dan hanya menyediakan 1-2 spesimen cadangan untuk objek segar yang mungkin rusak seperti bunga atau buah. Dengan ujian ketok, waktu 60 menit cukup untuk menguji satu kelas dengan 50 soal beranak a-b-c-d sekalipun (paling mahasiswanya yang menderita). Dengan ujian ketok, setiap mahasiswa akan melihat objek secara langsung, kegiatan praktikum juga menjadi berarti karena soal dan pertanyaan pasti pernah dijawab atau minimal gak jauh beda berdasarkan pengamatan langsung saat praktikum. Dengan ujian ketok, soal bisa bervariasi pertanyaannya dan yang pasti bukan hanya menguji hapalan tapi juga kemampuan observasi dan pengaplikasian teori-teori yang terkait.

Gak hanya ujian praktikum, kadang ujian teori juga dibuat dalam versi ujian ketok untuk menghemat kertas soal dan menghemat waktu ujian. Misalnya waktu normal untuk ujian teori tertulis dengan 60 soal pilihan berganda adalah 120 menit. Kalau pake ujian ketok, 60 menit aja cukup karena satu soal harus dijawab satu menit (misalnya) dan mahasiswa pasti beres serentak dalam waktu tersebut.

Selain itu kesempatan nyontek dalam ujian ini dibuat sekecil mungkin. Kalau ujian tertulis, nih, ada yang nyontek paling pengawasnya bilang, "Hey, kamu yang di sana! Jangan nyontek!" atau paling kejam ngambil kertas jawabannya dan membuat mahasiswa bersangkutan menangis tersedu-sedu. Kalau di ujian ketok, ada yang ketauan nyontek maka konsekuensinya adalah 'ketokan' dibunyikan saat itu juga. Artinya? Kalau ada yang nyontek pas waktu baru berjalan 10 detik ya udah, bakal ada ketokan yang memaksa semua mahasiswa berpindah soal. Maaaaan, baca soalnya aja belum, eh udah diketok! Dijamin si pencontek akan ditatap dengan penuh kebencian oleh seisi kelas yang dirugikan karena tindakannya.

Bagi yang belum terbiasa dengan ujian ketok, biasanya akan pontang-panting mengerjakan dengan muka pias, mata terbelalak saat melihat soal karena otak blank saking paniknya, tangan sulit menulis karena gemetaran, tersandung-sandung kursi saat pindah soal, salah arah pas pindah soal (harusnya ke kanan malah ke kiri, bikin tabrakan sama temen sebelahnya), daaaaan berakhir menyerahkan lembar jawaban yang penuh coretan dan tip-ex karena salah ngisi soal. Harusnya ngisi di nomor 7 eh malah ngisi di nomor 1! Akibatnya jawaban berantakan dan tambah panik lagi. Hahaha...

Yah, begitulah ujian ketok. Meskipun terkadang dirasa ribet dan menyusahkan (oleh mahasiswa) karena harus ngisi soal banyak dalam waktu sedikit dan tidak bisa berpikir lama, tapi sebenernya seru dan ngangenin. Bagi yang sudah tingkat atas (ehem) pasti sudah pernah merasakan semua versi dari ujian ketok ini. Dari yang di dalam lab dengan objek langsung, di dalam kelas dengan infokus, sampai di pantai atau hutan saat kuliah lapangan. Dari waktu satu menit untuk setiap soal yang mengakibatkan kepanikan karena waktunya dianggap kurang, sampai dua menit yang berakhir dengan kebengongan geje karena gak tau harus ngisi apa. Dari yang ketokannya berupa palu beneran, penghapus papan tulis yang diketok di meja dan menyebabkan kebul kapur, sampai pantat panci yang dipukul pake serokan buat masak.

Ah, ujian ketok. I'll miss you so much!

P.S.: Mohon maaf kalau ada kesalahan dalam pendeskripsian tentang ujian ketok ini. Aku hanyalah manusia biasa, Qaqa :3

Selasa, 25 Februari 2014

Semester Enam!

Hehe sepertinya udah jadi kebiasaan ya setiap awal semester saya selalu posting di sini.
Biarin ah ya biar semangat tiap awal semester :p

Well well well... Sebelumnya mau nanya dulu nih sama semester 5, apa kabarnya wahai kalian? *arahin mic ke semester 5* *dilempar biakan bakteri*

Oke, semester 5 ga usah dibahas ya. Kayaknya semester yang satu itu udah terkontaminasi sama mikrobiologi.

Jadi? How is 6th semester? Sejauh ini kabar paling mengejutkan di semester ini adalah.......
mata kuliah metodologi penelitian akan diakhiri dengan seminar proposal skripsi asli. bukan proposal latihan. bukan seminar latihan. tapi yang asli buat nanti saya penelitian skripsi. yah begitulah.
Sistem perkuliahannya sebenernya oke banget. Dari minggu pertama sampe akhir bakal diajarin cara nyusun propsal skripsi (dan proposal PKM-P!!! oh Tuhan mengapa ini jugaaa??!!) mulai dari cari artikel jurnal pendukungnya sampe daftar pustaka. Minggu ini udah masuk pembuatan latar belakang tapi saya masih cenat cenut nyariin artikel jurnal yang fix karena yang saya download kebanyakan udah lewat dari 5 tahun ke belakang huhuhu. 
Ibaratnya kalau kata pa ari widodo "Kalau anda punya ide, lalu nyari dan nemu artikel tahun di 2000, 2002, 1998 ya itu sama seperti kalau ada yang nawarin anda disket. Biar kata gratis tapi siapa juga yang mau? Udah basi! Berarti ide anda sudah basi!" JLEB! JLEB! JLEB! JLEB! JLEB!

Anyway...

Semester ini bau-bau tingkat akhir udah mulai kecium. Apalagi dengan matkul metlit itu. Ditambah dengan matkul ekologi umum yang bagi anak dik adalah kuliah lapangan terakhir (dan paling hebring pula). Sejauh ini destinasi untuk kulap yang satu ini selalu paling jauh di banding kulap lain (ya eyalaaaaah! TMII? Kebun Raya Bogor? Taman Bunga Nusantara? Seaworld? Batan Jakarta? Ragunan? Lewaaaaat semua! Kebon Binatang Bandung? Hapalagi -_-).

Berdasarkan pengalaman kakak tingkat angkatan 2008-2010, lokasi kulapnya selalu ambil jawa timur ke sananya lagi. Angkatan 2008 kalau ga salah ke Taman Nasional Bali Barat dan angkatan 2009-2010 sama-sama ke Taman Nasional Baluran Jawa Timur. Angkatan saya ke mana dong kira-kira? Hehehehehe rahasia duoooong *kedip-kedip ga penting*. Rencananya sih ke daerah *piiiip* tapi belum tau juga dapet izin atau enggak. Nantikan saja pemberitahuan lokasi fixnya okeee apakah kami akan kulap ke Kalimantan? Papua? Atau bahkan Afrika? Naaaaantiiiiiikaaaaanlaaaah~~~ Muahahahaha *ketawa ala jin*
Yang paling dikhawatirkan selain ijin sebenernya adalah dana. Manalah taun lalu aja biaya udah Rp. 1.500.000 per orang. Entah taun ini berapa T^T *nangis berjamaah*

Okay selanjutnya ada juga matkul Seminar Pendidikan Biologi dan Seminar Pendidikan Agama Islam. Fyuh. Fyuh. Fyuh. Yang SPB sebenernya cukup simpel, cuma cari jurnal, bikin makalah dan presentasi. Tugas akhirnya proposal skripsi (sebenernya sih simulasi) tapi karena udah ditugasin juga di metlit jadi ya dianggap sama lah tugasnya. Kalau SPAI gimana? Udah ga usah dibahas. Males.

Terus teruuuuuus ada juga matkul biologi standar *yakin lo standar?* kaya Genetika, Kapita Selekta 2 *lanjutan Kapsel 1* dan Perencanaan Pembelajaran Biologi. 

Dan yang gak kalah cetar membahana adalah matkuuuuulll... jeng jeng jeng jeng.... KKN!!! Yeaaaay akhirnya saya ngontrak matkul hasyemele hasyemele ini uwooooooo~~~ Entahlah bagaimana keadaan finansial saya pertengahan tahun ini. Pertama kulap, kedua KKN. Dua-duanya butuh dana yang lumanjen ya. Tapi saya yakin aja sama Allah deh, yang Maha Memiliki Bumi, Langit, dan seluruh isinya pasti bakal ngasih saya jalan dan rejeki yang terbaik untuk melalui keduanya. Aamiin...

Segitu aja deh curhatan awal semester ini. Semoga semua yang membaca postingan ini diberi kemudahan oleh Allah dalam semua kegiatan yang diniati dengan baik dan semoga berkah selalu rezekinya. Hohoho~~~ 
Goodbye adios amigos~~~

Sabtu, 12 Oktober 2013

So Far...

Minggu ini udah memasuki minggu kedua Oktober, meaning... udah 1 setengah bulan di semester 5. So far... feeling haven't done pretty well for this 1,5 months :(

Minggu pertama masih okelah, masih lumayan niat untuk serius kuliah. Minggu ke dua masih oke. Minggu ketiga mulai males. Keempat.... dan puncaknya minggu kelima, setelah beres Orikula (orientasi kuliah lapangan). Karena emang malem sabtu dan minggunya itu kurang tidur banget, ditambah capek dan lumayan banyak pikiran, eh... malah jadi males dong bawaannya :(
Senin bawaannya lemes dan ngantuk. It's ok, masih dimaklumi karena pulang dari lokasi camp itu nyampe jam 12 tapi nunggu dulu di kampus sampe jam 3an. Nyampe rumah udah magrib dan setelah beres-beres mandi dan sebagainya saya masih harus ngedit laporan fiswan sampe jam 12an. Wajar sih kalau besoknya langsung gak fit. Tapiiiiiiiii yang bikin kesel adalah bawaan langsung males sepanjang minggu. Dipikir-pikir dari minggu pertama emang masih kebawa santainya semester 4 dan semester pendek. Gak mau banget begadang. No matter what, pokonya jam 10 harus udah di kasur. Sampai-sampai semua tugas ditunda dan dikerjain dengan seenaknya. Nyebelin pokoknya!

Udah gitu pas hari Jumat kan ke kampus untuk destruksi bekas praktikum Mikrobi dan harusnya ngulang praktikum pencernaan fiswan. Pas destruksi itu capeeeeee banget karena entah gimana kelas saya kebagian nyuci alat banyak banget! Nyebelin :( Ada kali nyuci 200 tabung reaksi, entah itu punya siapa aja karena kalau diitung-itung sekelompok gak nyampe 15 tabung, itupun di kelas cuma ada 8 kelompok. Belum cawan petri, preparat, pipet, dsb. Jadinya berasa capeeeek banget. Udah beres destruksi harusnya langsung ke lab fisio tapi sekelompok sepakat untuk gak ngulang praktikum karena hasil praktikum kita yang minggu sebelumnya udah bener. Pulang ke rumah langsung leyeh-leyeh. Berpikiran untuk ngerjain jurnal mikrobi tapi males. Entar aja deh... entar aja... Ditunda terus tuh sampe minggu sore, dan masih mikir... entar aja malem... Sampe akhirnya malem jam 10an udah gak mood banget, mikirnya besok bisa deh... Sampe akhirnya beneran gak dikerjain tuh jurnal! Padahal banyak banget yang belum dibikin dari praktikum sebelumnya dan praktikum yang akan datang. Sumpah nyesel sama kemalesan diri saya ini yaaaaaaaa :(((((

Akhirnya di Senin malem saya mulai ngerjain jurnal. Jam 10 udah pengen nyerah tapi dipaksain dan..... beres kok jam 12! Dan gak ngantuk-ngantuk amat! Ini cuma masalah kemauan dan niat. Kalau emang konsisten pasti bisa selesai, kan? Dari situ saya mulai tersadar. Hey, selama ini cuma males doang lho, bukannya kamu gak mampu. Bisa, kan, kalau dipaksain? Akhirnya selama seminggu itu (Senin sampai Kamis) saya begadang terus. No more tidur sebelum jam 12. Pasti paling cepet jam setengah satu baru di kasur. Saya selesaiin semua tugas yang numpuk sampe akhirnya minggu ini cuma nyisa beberapa tugas yang baru dikasih untuk minggu depan. Yeeeaaaayyy!!!

Seneng banget bisa sadar dari segala kemalasan saya sebelumnya. Rasanya takut nanti bakal balik ke sifat itu lagi, padahal ini semester 5 lho, semester yang cukup sibuk. Melebihi kesibukan semester 3. Ada dua mini riset yang harus dijalani (setara buku perikehidupan bebannya), ada makalah penelitian lingkungan, praktikum aja ada 3 (dulu juga pernah ada 3 praktikum dalam 1 semester, tapi gak pernah harus bikin bahan dan nyiapin medium buat praktikum sendiri kayak sekarang). Padahal cuma ngontrak 17 SKS biar bisa fokus ke 5 matkul yang 3 SKS dan 1 matkul pilihan. Tapi entah kenapa malah termakan sendiri, jadi bener-bener nyantai dan gak fokus kuliah, duuh.....

Semoga sekarang udah bisa berubah menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Lebiiiiiiiiiih daripada sebelum-sebelumnya. Aamiin....

Mari menugas sedikit sebelum 'kesibukan' long weekend dimulai =))

Kamis, 17 Januari 2013

After All of Those

Huwoooooooowwww!!
Apa kabar blogku sayaaaang?
Wooow it's such a shame ya baru update blog lagi sekarang setelah terakhir kalinya saya upload adalah.... pas semester 2?
Wihiii kecian amat ini blog... Ibaratnya kalo blog ini kucing pasti dia udah mati kurus karena gak diurus.. Hiks hiks...

Anyway, saya punya beberapa alasan tersendiri kenapa saya lama gak mengupdate blog kece ini.
Alasannya tak lain dan tak bukan, straight to the vital point... MALES.
Lamaaaaaaaa banget saya nganggurin blog ini. Sampai kucing saya si Alay udah hamil, melahirkan, punya anak, anaknya mati satu, dianya mati, terus sekarang anaknya mati satu lagi dan tinggal nyisa dua. It was a long time to spent ya....

So, setelah semester dua yang cukup shocking dan mengakibatkan saya sampe ngegubah lagu Price Tag dengan semena-mena menjadi Prak Tag (a.k.a. Praktek), akhirnya saya melewati semester tersebut dengan yaah.. mayan lah yaaaaa........
Saya sempet sakit di akhir semester. Setelah melewati 2 hari penuh kebegadangan akibat belum ngegambar buat matkul zooin, saya demam berat di malam hari setelah ujian praktikumnya. Padahal saya masih ada tugas buku praktikum antum yang harus digarap. Tapi si sakit ternyata lebih dominan dan posesif. Akhirnya saya terkapar selama beberapa hari dan gak ke kampus, untungnya saat itu belum pekan ujian beneran.
That was a dramatic experience in my 2nd semester, indeed....

Daaaaaan, ketika semester tiga menerjang, i was shocked. Semester dua itu gak ada apa-apanya dibanding semester tiga. Enelan deh.

Semester yang emang udah diwanti-wanti sama para kakak tingkat ini adalah.... yah, you can say.... A Beginning Gate of The Real College Life in The Future Time Before You Get Graduated.

Ini adalah semester 'berat' pertama yang akan kami, anak-anak pendidikan, alami.
Ini adalah semester neraka tingkat awal yang akan kami rasakan.
And how was the taste of this semester?

IT REALLY IS AS HOT AS HELL...........

............

............

............

Yah, gak gitu juga sih. Lebay aja biar seru.

Well, ini emang semester yang berat. Cukup berat sih bisa dibilang. Why is it?
Oke, ini beberapa penjelasan mengapa semester ini menjadi semester yang 'spesial'...

1. Ada dua mata kuliah yang mengadakan kuliah lapangan
As you know, mahasiswa biologi pastinya harus belajar ke lapangan untuk melihat langsung teori yang dipelajari. Dan semester ini, ada dua matkul yang mengharuskan kita semua pergi kuliah lapangan (atau yang kece disebut kulap). Kulap Bophan hanya ngabisin waktu 1 hari dan langsung berupa kulap besar. Kalau yang Bocryp, ngabisin waktu 4 hari dan dibagi menjadi 1 hari kulap kecil yang berupa hikking ke gunung dan 3 hari kulap besar yang mengambil lokasi di pantai.
Dua kuliah lapangan yang cukup besar di atas sangat menguras tenaga, pikiran, emosi dan tentu saja... UANG!

2. Tugas membludak
Saya ngontrak 20 sks semester ini. Kalau yang namanya tugas gak usah ditanya. Dari dua matkul di atas aja (duo botani) saya udah dapet lebih dari 20 laporan praktikum selama 1 semester. Belum lagi laporan kuliah lapangan (1 kulap kecil, 2 kulap besar, 1 laporan individu). Terus ada juga buku gambar dan presentasi. Belum lagi DUA BUAH BUKU PERIKEHIDUPAN yang harus saya buat.... *susut air mata*. Ditambah tugas akhir berupa herbarium dan bioplastik dan berbagai embel-embel seperti album foto genus dan tugas lainnya. Ini masih belum ditambah tugas dari matkul lain such as RPP dan laporan observasi dari mata kuliah Belajar dan Pembelajaran Biologi, presentasi matkul Kurikulum dan Pembelajaran, observasi + presentasi hasil observasi matkul Pengelolaan Pendidikan, makalah dan 2 presentasi matkul Embriologi Tumbuhan, buku gambar + laporan praktikum gambar + topografi matkul Struktur Hewan, presentasi + laporan buku matkul PKn dan tugas harian lainnya dari matkul-matkul ini....
WOW............ *habis kata-kata*

3. Kaderisasi
Taun ini saya mulai masuk tingkat kedua, meaning saya dan anak 2011 bakal mulai jadi senior yang mempersiapkan kaderisasi maru 2012. Ini berarti kesibukan baru. Yah, tapi sayangnya saya gak maksimal di acara ini. I really am lost my responsibility here. So sorry for this actually ;___;

4. BEM atau KK
Tingkat 2 artinya mulai masuk himpunan. 'Untungnya' saya gak masuk himpunan. Jadi, kesibukan saya ter-reduce 1. Tapi saya ikut KSI (Kelompok Studi Ilmiah) dan jadi biro Med-In alias Media Informasi. Tugas saya lebih ke publikasi dan dokumentasi sih, jadi actually I didn't spent too many time here.

5. Masalah pribadi
Everybody has at least one problem of their own life. It would be shocking if they didn't. So.. yaaa.... It's a normal things...... TAPI KENAPA MASALAH GUE KAYAKNYA BANYAK BANGET YA SEMESTER INI *nangis gerung*

Yah... begitulah kira-kira segelintir kehemmmmmehan dari semester 3.
I've done this semester, tadi siang saya baru aja nyelesain UAS terakhir...
So.......... Keep praying for the best score i could get this semester... Semoga yang terbaik dan terbaik, aamiin ya Allah :)

Well, tomorrow if i have time (atau niat) mungkin saya bakal nulis2 lagi di sini tentang semester 4 dan matkul2 yang akan saya ambil. But now, i really want to enjoy my free time, after spent so may nights without healthy sleeping and days without normal-life-routines... So, i want to really enjooooooooooooooy the rest of this relaxing time XD

See you next time, fellas~ <3

Jumat, 17 Februari 2012

Wooohooo!

Hi folks :D
Apa kabar?
Alhamdulillah, luar biasa, harus lebih baik, Allahu Akbar! *khas biologi*

Wah rasanya udah lama gak nulis di sini hahaha
Well, saya lumayan sibuk dengan semester dua ini. Jadwalnya agak nyekek leher dan tugasnya lumayaaaannn...
Dalam satu minggu saya 3 kali praktikum. Silakan dibayangkan berapa laporan yang harus dibuat perbulannya.
Tapiiii jujur aja sih, saya lebih seneng perkuliahan di semester dua. Walaupun lebih ribet tapi saya nemuin banyak hal baru di sini dan juga mata kuliah yang lebih mendalami biologi. Dan salah satu matkul yang saya suka sekarang adalah BIOKIMIA.

Wooohooo!
Gaul ya?
Mungkin banyak yang nganggep biokimia itu rarungsing banget. Dan sedikit ganas.
Saya juga agak takut sih, soalnya menurut kabar burung yang beredar Biokimia itu matkul yang lumayan bikin otak cenat-cenut. Tapi entah ya, mungkin karena sampai sekarang materinya masih lumayan gampang diikuti DAN dosennya MENYENANGKAN saya jadi sukaaaa banget sama hari Rabu. Lho? Kok gak nyambung? Hehe, nyambung lagi, soalnya hari Rabu itu FULL Biokimia. Paginya praktikum dan siangnya teori. Dan dosennya masih sama yaitu Bapak Suhara. Aaaaah Pak Ara i heart you <3
Cara ngajar beliau itu enak bangetttt! Gampang dimengerti dan sabaaaar banget..
Kalau mahasiswanya nanya selalu dijawab dengan baik dan gak pernah memperlihatkan ekspresi merendahkan. Walaupun mungkin pertanyaan kita itu kadang-kadang harusnya kita udah tau dan udah berulang kali ditanya, beliau selalu ngejawab dengan sabar dan menyenangkan. Kalau kita ngelakuin kesalahan juga beliau gak langsung nyinyir atau marah-marah, tapi kitanya dikasih tau dan dicari bareng-bareng di mana letak kesalahannya supaya bisa dibenerin. Asik banget deh belajar sama beliau, beneraaan!!

Well, doain aja semoga saya selalu suka sama matkul ini :)
Dan juga doain saya untuk hari Rabu minggu depan karena bakal ada Tes Unit 1 buat matkul ini. Semoga saya dimudahkan, aamiin...

By the way, saya kemaren lupa nge-upload sebuah foto yang diambil tanggal 1 Februari 2012. Foto apakah itu....

Bapak Andrian dan anak-anak walinya :D (Ki-ka: Ahmad, Lisna, Uli, Rahmi, Iyun, Shelly, Bp. Andrian, saya, Hilda, Ucop, Dhea, Ina, Citra, Ila -minus Euis-) 
Happy birthday Bapak Andrian!
Beliau itu dosen wali saya dan 17 anak kelas B lainnya :D
Foto ini diambil setelah kita dengan seenak udel masuk ke ruangan beliau dan ngasih surprise. Beliau lagi ngobrol sama dosen lainnya dan langsung terkaget-kaget begitu liat kita masuk bawa kue sambil nyanyi happy birthday hehe...
Foto ini diambil di bagian belakang Lab. Ekologi dan kita dengan sotoynya ngelanggar larangan untuk makan di Lab, hehehehe :P

Selamat ulang tahun ya, Pak.. Semoga usianya barokah, selalu diberi yang terbaik oleh Allah SWT., dimudahkan dan dihalalkan selalu rejekinya serta selalu diridhoi dalam setiap perbuatannya. Aamiin... Sabar-sabar ya Pak membimbing kami anak-anak wali yang cerewet dan riweuh, hehehe :D

Senin, 06 Februari 2012

Sebuah Pengabdian Untuk Ilmu

Hai hai... Lama tak bersua, hahahaha (teu penting)

By the way, hari ini adalah Senin pertama saya di perkuliahan semester dua. Ada dua matkul, 4 sks dan perkuliahan dimulai jam 7 pagi. Rasanya males sekaligus penasaran sama matkul-matkul baru di semester dua. Lebih menantang kayaknya, karena udah mulai mendalami ilmu-ilmu biologi.
Matkul pertama, Pengetahuan Lingkungan.
Dari 3 dosen yang dateng saya tertarik sama Pak Soewoto. Beliau keliatannya udah berumur, tapi waktu menyampaikan kuliah, suaranya masih keras, ucapannya masih jelas dan materi yang disampaikan juga gak bertele-tele dan gampang dicerna.
Saya jadi keinget sama Pak Nono Sutarno. Beliau ini adalah dosen Biologi Umum saya di semester satu. Tapi karena serangan stroke yang beliau alami, selama satu semester saya gak kuliah Biologi Umum sama beliau. Saya penasaran banget, soalnya menurut kakak tingkat, cara mengajar beliau rame. Orangnya suka bercanda dan kuliahnya pun gampang dipahami.

Dan hari Kamis sebelumnya, teh Nindya cerita. Katanya Pak Nono dateng ke kampus. Beliau pake kursi roda, didorong sama satpam JICA dan beberapa dosen Biologi selama ada di kampus. Dan beliau juga masuk ke kelas mahasiswa 2009, ngajar di sana. Begitu beliau masuk kelas, seisi ruangan langsung speechless. Dan tepuk tangan terdengar. "Pada nangis," kata Teh Nindya. Udah pasti, semuanya kagum sama kemauan beliau untuk dateng ke kampus dan memberikan kuliah walaupun keadaannya lagi seperti itu.

Saya jadi makin penasaran sama beliau. Dan sekitar beberapa menit sebelum kuliah pengling selesai, pintu ruangan e-405 kebuka. Satpam yang ngebuka. Dan sepintas saya ngeliat kursi roda di balik pintu. Saya langsung ngeh. Itu Pak Nono!

"Zah, Zah, Pak Nono, Zah!" saya bilang ke Zahra yang duduk di sebelah saya.

Bener aja. Begitu pintu terbuka, terlihat sosok berambut putih, berkacamata dan berbatik cokelat duduk di kursi rodanya.
Pak Oto langsung nyamperin Pak Nono dan beliau pun masuk ke ruang kuliah saya. Mereka berdua keliatan saling sapa dan asyik ngobrol. Kelas saya dianggurin sekitar 10 menit. Hahahahaha :P

Pak Oto ngobrol sama Pak Nono di depan kelas


Pak Nono keliatannya seger. Walaupun, kalau saya gak salah, tubuh sebelah kirinya keliatannya lumpuh.
Terus beliau nanya ke kita, "Ini kelas Zooin (Zoologi Invertebrata), kan?"
"IYAAAA..."

Dan beliau pun ngobrol-ngobrol lagi sama dosen-dosen yang ada di sana. Terus dateng Ibu-Ibu pake baju warna-warni.
"Kayanya ini istrinya deh," saya sotoy. Dan ternyata bener! Gak lama dateng juga anaknya yang cowok. Keren, keluarganya ikut dateng ke kampus, ngedukung Pak Nono untuk ngasih kuliah buat kita. Dan itu sukses bikin saya terkagum-kagum.

Beliau pun didorong ke tengah kelas sama Bu Amy dan mulai mengutak-atik laptop yang udah disiapin di atas meja. Beruntung banget saya duduk di bangku paling depan *cough*rajin*cough* jadi saya bisa ambil beberapa foto beliau yang lagi asyik ngajar secara candid.

Serius utak-atik laptop

Beliau pun mulai ngajar materi Zooin dengan fasihnya. Sesekali bercanda. Bikin seisi kelas ketawa. Dan sering ngancem nilai Biologi Umum kita diturunin kalau gak bisa ngejawab pertanyaan beliau tentang Invertebrata. Ahahahaha =.=a

Lagi ngasih materi

Lagi asyik-asyik kuliah, saya ngeliat posisi duduk beliau udah gak enak. Agak merosot dan belaiu pun keliatan gak nyaman sama duduknya. Tapi karena tangan kiri berliau gak bisa gerak, beliau juga keliatan susah untuk benerin posisi duduknya. Saya udah takut aja beliau merosot beneran dan jatuh dari kursi.

"Shel, Shel, takut Pak Nono jatuh ih, duduknya merosot gitu," kata saya ke Shelly.

Gak lama setelah saya ngomong gitu, beneran aja, Pak Nono yang lagi nyoba untuk majuin posisi duduknya, malah hampir jatoh. Seisi kelas langsung pada kaget. Dan Delia sama Iha yang duduknya paling depan dan deket sama Pak Nono langsung kayak loncat dari kursi mereka, buru-buru megangin kursi roda Bapak yang mundur ke belakang. Untungnya Pak Nono masih bisa nahan badannya dan dosen satu lagi (lupa siapa namanya) langsung sigap nahan badan Bapak supaya gak jatuh. Bu Amy langsung buru-buru keluar kelas dan manggil anaknya Bapak untuk bantuin beliau. Setelah anaknya dateng dan benerin posisi duduk Bapak supaya nyaman dan aman lagi, beliau malah bercanda.

"Terima kasih ya, yang bantuin saya. Tapi bukan berarti saya jamin Zooin kalian lulus, ya?"

Seisi kelas langsung ketawa. Antara kalimat bapak yang bodor dan ketawa lega karena beliau gak kenapa-kenapa. Aduh, Bapak... Bikin kami khawatir... Untung gak apa-apa ya, Pak...

Kayanya beliau sengaja bercanda untuk mencairkan suasana yang tegang karena kejadian tadi. Dan kuliah pun dilanjut kembali. Duh, saya ini kan cengeng. Mata udah berkaca-kaca. Terharu banget sama Pak Nono yang dengan gigihnya masih keukeuh untuk ngajar di kampus walaupun dalam keadaan kurang sehat seperti itu.



Kuliah hari ini bikin saya banyak merenung di rumah.
Pak Nono, dengan segala keterbatasan geraknya, toh masih aja semangat dateng ke kampus dan mengamalkan ilmu yang beliau punya untuk para mahasiswanya. Begitu juga dengan Pak Yusuf Hilmi yang kondisi kesehatannya kurang baik ketika ngajar Filsafat Sains di semester satu, tapi tetap datang ke kampus untuk memberikan ilmu yang beliau punya. Dan Pak Eman yang di usia sangat senjanya masih tetap setia ikut kuliah lapangan dan selalu bertopi lapangan setiap ke kampus.
Serta dosen-dosen lain yang dengan segala keterbatasan mereka, masih tetap semangat dalam memberikan materi perkuliahan untuk mahasiswanya yang kadang ogah-ogahan.
Mereka ini adalah contoh sebuah pengabdian yang gak bisa diukur dari hanya sekedar beberapa hari di sebuah desa terpencil. Pengabdian sejati. Pengabdian untuk ilmu. Pengamalan dari ilmu yang bermanfaat.

Sedangkan saya?
Yang masih muda dan sehat pula...
Seriiiiiiing banget yang namanya males untuk sekedar bangun pagi karena kuliah jam tujuh. Sering ngeluh ini itu. Sering kesel karena dosen yang cara ngajarnya gak sesuai dengan keinginan. Dan seribu sering dengan konotasi negatif lainnya.

Saya ingin sekali seperti beliau-beliau di atas. Bisa totalitas dalam melakukan tugas dan kewajiban saya. Walaupun hanya belajar, saya ingin bisa memberikan sebuah pengabdian saya. Untuk bangsa, untuk negara, untuk almamater, untuk keluarga dan terutama untuk Tuhan.
Doakan saya, ya :)

Dan teruntuk para dosen yang luar biasa di atas, saya hanya bisa mendoakan semoga kesehatan dan semangat tak pernah terlepas dari hati beliau-beliau ini :) aamiin...

Selasa, 29 November 2011

Mendadak Capeeeek (nah loh)

Hai, haiiiiii!
Mau curhat aaaaaaaahhh hahaha
Btw, lagi di upi.net nih, nungguin kuliah matdas jam 1. Harusnya sih ikut pelatihan Bioplastik, tapi entah kenapa males banget -_- Well, maybe next time, gatau kenapa lagi ingin santai sejenak... (halah)

Anyway, sekarang udah masuk minggu ke-13 perkuliahan. Well, sampai saat ini banyak banget to-do-list yang belum kecapai. Pertama ada acara BFUB yang kayanya masih jauh dari target. Acaranya masih Februari sih, cuma kok... saya jadi takut sendiri sesuatu akan terjadi -_-
Terus ada Forest for Us, acaranya DPK. Saya dikasih tanggung jawab untuk jadi PJ rampak sekar kelas, belum lagi paduan suara B-Choir yang juga ngisi acara di sana, dan tantangan saya untuk duet sama temen yang jago main piano. What a busy day, isn't it? Dan ada juga Wisuda gelombang 3 yang bikin B-Choir harus latihan dengan lebih giat lagi. Sampai saat ini saya harus rela pergi jam 6 dan pulang jam 6 lagi (bahkan kadang lebih) setiap hari Selasa karena ada kuliah pagi dan latihan B-Choir jam setengah empatnya -_-

Capek gak? Capek sih, cuma bukan itu yang bikin saya jadi uring-uringan belakangan ini. Mendadak males aja ngapa-ngapain. Dan galau sama kuliah yang materinya bikin nyesek. Mikirin IP semester satu bakal gimana, dan helooo apa kabar dengan perkuliahan yang bakal selesai kurang dari 1 bulan lagi ini? Gimana dengan UAS yang menanti? Apa kabar panwil, yang sampai sekarang untuk wilayah Bandung belum bagiin surat sama sekali...

Ya Allah, tolong tolong tolong.... Buat saya kuat ya Allah... Bantuin ain ya Allah.... #mataberkacakaca

Duh jadi geje kan...
Ya udah deh, doain aja saya bisa melewati semuanya dengan baik, semoga saya gak keteteran dalam menjalani kewajiban. Semoga semoga semogaaaaaaaa yang baik-baik deh buat saya...
Dan semoga saya bisa bikin FF lagi :( Udah kangen sama dunia FF, tapi entah kenapa saya jadi mandet ide, susah luangin waktu buat nulis... Huhuhu...
Semoga yang terakhir, semoga saya bisa manage waktu dengan lebih baik lagi! Aamiin....

Rabu, 16 November 2011

Bodoh kuadrat.

Stupidity really does exist.

Saya ngerasain banget kenyataan kalimat di atas. Hahahahahaha *ketawa dulu*
Langsung aja deh cerita *jengjeng*

Jadi gini....
Hari Selasa pagi, saya siap-siap kuliah PPD. Setelah beres-beres dengan rusuhnya, akhirnya saya berangkat. Jalan, naik angkot. Nah, di angkot, saya teringat akan suatu hal yang ohmygosh banget deh. Apa itu? Flaskdish saya ketinggalan. Haha. Bagus. Cantik. Sedap sangat.

Saya langsung bengong di angkot. Mamaaaaa FD aku mamaaaa isinya tugas resume PPD mamaaaaa ngerjainnya setengah mati tadi malem huuuuhuuuuhuuuuuu! Saya nangis.

Gak sih, gak nangis gitu juga di angkot. Saya masih punya harga diri. Dikit.

Okay, back to the story.
Otak saya langsung berputar *yiihaaa*

Kalau saya pulang dulu, pasti makan waktu. Ah garila. EMBUNG.
Kalau saya pulang dulu, bisa sih cepet. Tapi harus naik ojek. Meaning? Hedon. Mahaaallleeeee. GAMAO.
Gimana kalau...
Kerjain aja di warnet deket kampus. Toh baru ngerjain kemaren malem ini, materinya masih inget-ingetlah...
Haha... Gila apa?! Udah mepet banget loh jamnya... Tapi daripada pulang lagi? Sama-sama telat, ngeprintnya juga sama-sama bayar. Hemeh. Ya udah ngerjain di kampus.

Saya buka hp. Ada sms dari mama.
"De, serangga kamu ketinggalan."
HAH? Serangga?
Oh, buat bioplastik.
EDAAAAAAAAHHHHHH ketinggalan juga?!
Makasih deh... *nangis di angkot*
Saya bales sms mama.
"Oh ya udah ma, gak apa-apa, deh. Yang lebih parah tugasku ketinggalan. Hahahaha...."
Mama gak bales SMS lagi. Pundung kayanya, punya anak kaya saya.

Sampe daerah gerlong, saya ketemu Yuniar sama Puspa. Jalan bareng sampe Gg. Dharmawinata. Di sana berhenti dulu di rental komputer. Eh ada Ina lagi ngeprint tugas. Yaoloh, tugas dia udah kaya laporan asli. Kalau saya? Kemaren aja ngerjain cuma jadi 2 halaman. Ya ampooooonnnnnn Ina, kamu kerajinan. Serius deh.

Akhirnya saya ngerjain dulu tugas itu. Sekitar 10 menit kemudian beres. Hebat, kan? Yah isinya juga hebat. Hebat ngarangnya. Huhuhuhuhuhu...

Saya jalan deh ke JICA. Males ah lari. Udah telat juga.

Naek ke lantai 2. Belok kiri. Nyari ruangan. Lah, kok ruangan dosen semua?
Berarti salah lantai.
Naek lagi ke lantai 3. Belok kiri. Ruangan kedua. Udah dateng asdosnya. OH MY.

"Pak, maaf telat," saya sok-sok muka tiis. Padahal maluuuuu uwoh uwoh.
"Iya, gak apa-apa, Neng. Mangga."
"Ini tugasnya..."
"Sok dikumpulin aja."

Tugas saya, cuma selembar. Yang lain segepok.
Tugas saya, telanjang. Yang lain dikasih cover.

Uwooooohhhhhhh

Sabtu, 12 November 2011

Uhm.... Udahan? :'(

Gak kerasa udah 10 minggu kuliah hahahaha diitung rin? iya dong, tiap nyatet kan ditulis hahaha rajin amat ye maru...

Well, makin seneng aja nih kuliah di Pend. Biologi...
Mudah-mudahan seterusnya seneng dan makin cinta sama Biologi, aamiin...

Oh iya, ada berita gembira... atau menyedihkan, ya?
Yah, intinya sih ada berita (apa deh)
Jadi minggu depan udah Pelantikan AB gitu... Artinya apa? Artinya rangkaian kaderisasi PAB HMBF FPMIPA UPI udah selesaaaiiii!!!
Aaaah gak kerasa banget... Semua kegiatan menghebohkan itu akan berakhir...
Mulai dari PMB sampai LKM, semuanya berkesaaaaan banget...
Duh jadi pengen kilas balik nih, hehehehehehehehe alay banget deh gue...

PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru)
Selesai registrasi yang njelimet dan bikin pusing, tiba-tiba saya disambut sama sekelompok mahasiswa berjaster biru muda yang bawa-bawa poster di pintu keluar BAAK.
Keluar-keluar ditanya, "Fakultas apa?"
"MIPA," kata saya.
Langsung saya dikasihin ke kakak tingkat lainnya. Dia jurusan kimia kalau gak salah.
"Jurusan apa, de?"
"Pendidikan Biologi, teh."
"Ooh, hayu ke poliklinik..."
Setelah diculik (dan pamit dulu ke mama) saya di bawa ke Poliklinik, tempat anak2 biologi lagi ngadem nungguin ade tingkat. Udah gitu dibawa lagi ke Kebun Botani. Di sana dikenalin dan dijelasin panjang lebar tentang Jurusan Pendidikan Biologi, susunan BEM-nya, dan organisasi-organisasi di dalemnya. Masih cengok sih, abisan gak ngerti juga buat apa dijelasin -_-

MOKAKU UPI (Masa Orientasi Kampus dan Kuliah Umum UPI)
Kalau saya lebih seneng nyebutnya MOKA REMA UPI (Masa Orientasi Kampus Republik Mahasiswa UPI). Kesannya lebih gimanaaa gitu hahahaha naon...
Kalau di SMA namanya Ospek gitu deh...
Ngapain aja di sini? Mencoba untuk gak tidur. Beneran!
Karena isinya bener-bener pengenalan kampus, materi umum tentang macem2 hal (kayak undang-undang, bla bla bla dsb), demo UKM, dikenalin BEM REMA UPI, trus ada bintang tamu (Denny Indrayana -dulu staf khusus presiden bidang hukum, HAM & pemberantasan KKN, sekarang wakil menteri hukum dan HAM-; Andrea Hirata -penulis Laskar Pelangi & Ustad Solmed -jujur pas dikasih tau bintang tamunya dia saya bengong gak kenal), daaaaan perang yel-yel dan jargon (antar sektor dan antar fakultas). Bosenin gak sih? Okey, mungkin kalau pas ada bintang tamu dan perang yel-yel gak terlalu ngantuk sih. Pas demo UKM juga.
 Hari pertama dan ketiga acaranya per sektor, hari kedua dan keempat bareng fakultas. Saya sih lebih seneng perfakultas karena gatau kenapa lebih berasa aja gitu kebersamaannya hehe... Pas acara per fakultas dibagi lagi jadi acara per jurusan dan di sana dijelasin lagi tentang BEM dan susunannya..
Lamanya 4 hari (PAS BULAN PUASA PULA!)
Jujur, acara MOKA ini paling ngebosenin.... hahahaha...

ORMOSIA CAMPUSII
Mirip sama MOKA, tapi bedanya adalah... ada Komdis! *jengjeng*
Agak membosankan karena banyak banget pemateri dan materinya yang bikin mata merem melek. Mana kesel karena perlengkapan Ormosia ini banyak dan ribet bikinnya. Udah gitu tiap bawa bekel ditentuin dan dikasih tau dalam nama latin makanannya. Misalnya bawa nasi putih, perintahnya bawa Oriza sativa yang sudah dimasak. Adeuhhh...
Belum lagi selalu ada hukuman berupa push up untuk tiap kesalahan yang dibuat. Selamat kakaaa....
Acaranya dua hari, tapi luar binasa akibatnya... (trauma sama komdis)


ORICULA BIOLOGINENSIS (Orientasi Kuliah Lapangan Jurusan Pendidikan Biologi)
Ini, udah pernah dibahas di postingan sebelumnya. Orientasi kuliah lapangan.
Dari namanya aja udah jelas yaa, belajar kuliah lapangan.
Dan mulai dari persiapan sampai di lapangan emang udah menyerupai kulap deh.
Mulai dari barang-barang yang dibawa, packing ransel, trekking, camping, outbond daaaan lain-lainnya. Yang gak dilakuin tuh cuma bikin proposal buat kulap, survey tempat dan transportasi, dan masak. Udah sama panitia soalnya.
Dan di sinilah para komdis menunjukan taringnya. Wuuuoooooh asik bangetlah pokonya hahahahahaha....
Acaranya 3 hari dua malam (berangkat Jumat sore, pulang Minggu sore)

LKM (Latihan Kepemimpinan Mahasiswa)
Ini sih standarnya pengurus OSIS yaa... Biasanya suka disuruh ikut LDKS.
Mirip-mirip sih, cuma lebih seru aja hahaha... Kenapa? Karena kita ada simulasi aksinya! Hahahahhaahha cuma satu kata, SERUUUUU!!!!
Rugi banget deh kalau gak ikut!
Selain simulasi aksi, kita juga (MASIH) dapet materi tentang kepemimpinan, aksi, organisasi, propaganda, event organizer, dll.. Ada juga presentasi proposal buat Miladnya Biologi (yang proposalnya bagus bakal dijadiin acara beneran) dan simulasi sidang.
Senengnyaaaaaa di sini proposal kelompok saya masuk ke 3 proposal terbaik! Huraaayyy...
Hahahahahahah seneeeeeeeeeeeng banget, bikin proposalnnya itu loh penuh perjuangan! Sampai pulang jam setengah enam sore, kehujanan pula! Udah gitu ketua kegiatannya dari kelompok saya juga hahaha :D seneng banget deh, udah paling puas pokoknya :)
Di hari terakhir, setelah simulasi aksi, diakhiri dengan ngerujak bareng sama kakak tingkaaaattt!! Ahahaha... Anak biologi kayanya gak ada kegiatan lain selain ngerujak deh... *10 minggu kuliah, udah ada 5 kali acara ngerujak @_@*
LKM ini berlangsung selama 3 hari, Sabtu, Sabtu dan Minggu (iya, sabtunya 2 kali).

Dan rangkaian PAB yang rame ituuuuu akhirnya harus berakhir :(
Ada rasa seneng karena cape-cape tiap sabtu minggu itu bakal berakhir, tapi juga sedih karena... kapan lagi coba makan bareng satu angkatan, kumpul sama kakak tingkat, bercanda bareng aaaaaaahhhhhhhh seneng banget deh pokonya..
Satu hal yang seenggaknya bisa langsung dirasakan setelah kegiatan ini adalah... kekompakan saya dan temen-temen seangkatan ini makin terasa. Kalau dulu saya sangsi bisa deket sama mereka, sekarang tinggal liat gimana hebohnya ruang kelas kalau ada kelas besar. Aduh seneng banget deh :')

Satu hal sih, semoga kekompakan ini tetap terjaga ya temen-temen :) Aamiin..
Kita Biologi, kita Biologi, kita Biologi, selalu... SEMANGAT!!!!
2011, kompak, kompak, kompak!!!

Senin, 24 Oktober 2011

Show Time!

Dunia kuliah itu ternyata...
Jauh dari apa yang saya bayangin!

Saya dulu ngiranya, setelah saya kuliah nanti, saya bakal jadi mahasiswi yang study-oriented (SO). Alias kerjanya cuma kuliah-pulang-belajar di manapun.
Tapi jadi mahasiswa itu gak akan berarti kalau cuma jadi Kupu-kupu alias kuliah pulang-kuliah pulang, gitu kata banyak kakak tingkat, dosen sampai pak rektor.

Saya sendiri agak kaget waktu disodorin schedule, tugas dan acara yang saling tumpang-tindih sampai ngebingungin diri sendiri. Gimana bagi waktunya? Gimana bisa dijalanin semuanya?

Yup! Sebagai mahasiswa, bukan cuma pelajaran dari dalem kelas yang kita butuhkan, tapi juga soft skills dari berbagai kegiatan di luar perkuliahan, yang nantinya justru akan sangat berguna bagi kita.

Jadi mahasiswa itu heboh, ya?
Iya! Heboh banget!

Baru juga masuk 2 bulan, saya udah jadi panitia acara BFUB HMBF, Formicup sekaligus jadi panwil buat lomba cepat tepat biologi BFUB.
Entah saya yang 'maruk' dan gamau rugi, entah emang gini jalan yang harus diambil kalau mau punya banyak pengalaman.

Iya, saya ngaku, baru juga masuk udah sok-sokan jadi panitia ini-itu. Bisa gitu?
Bisa! InsyaAllah bisa, kalau ada niat pasti ada jalan. Iya, gak?

So, sekarang saya menjadi panitia LMDF BFUB HMBF (Lomba Majalah Dinding Formica - Bakti Formica Untuk Bangsa - Himpunan Mahasiswa Biologi Formica). Acara tahunan dari Departemen Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan dari BEM HMBF FPMIPA UPI (Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pendidikan MIPA UPI) #halahribet

Acara apa sih BFUB ini?
Bakti Formica Untuk Bangsa ini adalah rangkaian berbagai macam lomba yang bertemakan pendidikan dan ilmu pengetahuan yang bisa diikuti oleh semua jenjang pendidikan, mulai dari TK sampai dengan Universitas.
Intinya, Formica (hima biologi UPI) ingin memberikan baktinya untuk Bangsa Indonesia lewat acara ini dengan memunculkan bakat dan bibit-bibit anak bangsa lewat perlombaan yang diadakan. Sesuai dengan lirik lagu hymne Formica, "...nantikanlah baktiku..." cieee :}
Yup! Nantikanlah bakti kami, mahasiswa jurusan Pendidikan Biologi UPI :)

Untuk info lebih lanjut, nanti akan diupdate di sini, supaya para pengunjung blog saya bisa ikutan kalau mau :D

Terus ada lagi Panwil Lomba Cepat Tepat Biologi. Ini masih bagian dari BFUB. Sebenernya sebagai panwil, saya hanya ngebantu panitia inti LCTB BFUB untuk seleksi wilayah. Teknisnya gimana, gak perlu diceritain lah ya :P

Dan yang terakhir, Formicup.
Ini semacam Porak kalau di SMP-SMA dulu. Saya tadinya pengen masuk bagian Medis, eh dapetnya malah kestari -_-
But, it's okay. Mencoba untuk ikhlas di situ hehe..
Acara Formicup ini ditargetkan untuk FPMIPA dan khususnya jurusan Pendidikan Biologi. Ada lomba futsal, basket, voli, badminton, atletik, tradisional game, sampe PES juga ada lho! Keren kaaan?? hahahahaha...

Hmm, semoga saya bisa menjaga amanat dalam menjalankan tugas sebagai panitia sehingga acaranya nanti bisa sukses dan bermanfaat bagi semuanya, aamiin :D
Dan yang terpenting, semoga saya bisa mengambil manfaat dari semua kegiatan yang saya jalanin. Semoga semuanya menjadi manfaat, memperkaya soft skills dan pengetahuan saya, membuat saya jadi berguna untuk banyak orang, dan gak buang2 waktu doang!
Hahaha...

Minggu, 16 Oktober 2011

Anak Biologi 'Menye-menye'? Gak lah ya... ;D

Salah besar kalau ada yang bilang mahasiswa jurusan Biologi dan Pendidikan Biologi (yang notabene bakal jadi guru) adalah mahasiswa yang belajarnya gampang dan gak ribet (at least, gak seribet anak MIPA lainnya)!
Sebelum saya masuk Pend. Biologi, saya juga sempet mikir, "Ah, anak Biologi, ngapain sih belajarnya? Paling-paling hapalan, ngitung-ngitung mana ada... Gak ribet, deh, pokoknya..."
Dan pas saya udah masuk kuliah....
JENGJENG!!!
Kenyataannya berbalik 180 derajat, deh!

Ternyata kuliah anak Biologi itu jauh dari kata 'menye-menye'. Alias cuma duduk, ngapalin, dst... Buat jadi anak Biologi dibutuhkan fisik yang sangat kuat dan mental yang gak cengeng.

Emangnya anak Biologi ngapain aja, sih? Paling cuma ngapalin klasifikasi hewan dan tumbuhan, kan? Tipe-tipe kuliah di sinetron gitu deh...
Ha-ha!
This is a real life! Iya, kalau kita gak mau repot (dan kalau bisa) mungkin kerjaan kita cuma ngapalin nama species kaya anak cowok di iklan obat apa tuh yang anti lupa (hehe), tapi di perkuliahannya, ngapalin nama species ya gak gitu aja... Kita belajar dari klasifikasi kingdom-species, dan kuliah lapangan secara nyata untuk liat species-species yang kita pelajari.

Anak Biologi di kampus saya, yang cowok sedikiiiiiiiit banget! Bahkan di kelas cuma ada 2 ekor! Pikiran orang luar... "Anak Biologi yang cowok tuh kayanya melambai deh, gaulnya ama cewek gitu... Anak mami!"

Haduuh mana ada... Yang ada kami para cewek yang 'melelaki' karena kegiatan kita juga yang gak sembarangan. Kemampuan untuk bertahan di alam bebas ketika kami melakukan kuliah lapangan itu SANGAT DIPERLUKAN!

Kemarin saya dan temen2 sejurusan ikut kegiatan orientasi kuliah lapangan (Oricula Biologinensis). Kegiatan yang saya kira cuma akan diisi dengan kegiatan seneng-seneng layaknya camping anak pramuka itu ternyata GAK SERINGAN ITU!!

Pertama, kami disuruh bawa ransel ukuran minimal 60 liter. Hadeuh, kalau saya duduk aja tinggi ransel itu lebih tinggi daripada kepala saya. Pas dipake juga bagian atasnya ngintip dari ubun-ubun.

Kedua, kami dijejalin sama barang-barang ini-itu untuk dibawa yang bikin ranselnya SANGAT PENUH! Pada akhirnya, kami bawa ransel 60 liter di punggung, dan daypack di bagian depan. Yup! Cukup satu kata, BERAT!

Ketiga, kami sampai di Pangalengan (lokasi) jam 9 malem dan setelah solat, kami semua langsung disuruh melakukan trek malam untuk sampe ke lokasi camping! Can you imagine that (kalimat favorit)? Di tengah-tengah hujan lebat dengan bawaan sebanyak ibu-ibu abis ngeborong Pasar Baru, saya dan temen2 jalan, menyusuri trek yang kadang naik-kadang turun, kadang kita jalan di tengah-tengah kebun teh, kadang juga masuk hutan dengan trek yang aduhai banget. Gak lupa dengan teriakan membahana dari para Komisi Disiplin "MARU LELET! 2011 LELET!! MAU TIDUR JAM BERAPA KALIAN?!" Mana bawaan berat dan yang paling parah adalah trouble dengan sepatu saya. Lepas di tengah jalan! Beberapa puluh meter saya jalan di medan yang gak mulus itu hanya berlapiskan kaus kaki.

Keempat, kami melakukan trek malam lebih dari 3 jam (masih perlu dicatat, ini semua dilakukan di saat HUJAN LEBAT) dan ketika sampai di lokasi camping, kami hanya dikasih waktu 5 menit untuk istirahat dan kemudian harus bikin tenda secepatnya. Dalam keadaan kedinginan, capek, ngantuk dan kelaperan, saya dan anggota-anggota lainnya mencoba bikin tenda, dengan tensi yang udah naek ke ubun-ubun, kadang-kadang yang keluar dari mulut kami adalah teriakan kesal satu sama lain. Saat tenda sudah selesai (dibantu pula, sama P.O. Oricula, Kang Adit. Makasih kang :D), kami dimarah-marahin sama Komdis. Iya, gara-gara bikin tenda setengah jam lebih. Setelah itu, sebelum tidur, kami dikasih kado dulu, push-up. Gatau berapa seri. Lupa, saya udah keburu mati rasa.

Kelima, kami hanya tidur kurang dari 3 jam (itu pun yang bisa tidur) dan langsung dibangunin untuk sholat tahajud disambung subuh. Ngantuknya gak ada dua! Setelah matahari terbit, kami langsung senam, sarapan dan siap-siap untuk Outbond. Outbond? Main flying-fox? HAHA, ya gaklah! Outbond di sini itu kami berjalan ngitarin gunung, naik-turun bukit, dateng ke setiap pos untuk dapet materi, sambil gak lupa ngambilin spesimen di tengah jalan-jalan kami. Kelompok pertama mulai start dari jam 9-an, dan kelompok terakhir (kelompok 8) baru sampai di lokasi camping lagi jam setengah 8 malem. Kami semua tiba dalam keadaan basah. Selain karena sempet hujan beberapa saat (sebelum dzuhur, ketika dzuhur dan sekitar jam 3an sampai jam 5an terus hujan) kami yang pake ponco tetep aja kebasahan. Dan di pos terakhir, pos Biocita, kami disuruh masuk ke sungai, menenggelamkan tubuh sampai ke perut, siram kepala pake topi lapangan yang diisi air dan benamin muka ke dalem air. Fi-uh...

Sebenernya apa hubungannya kegiatan orientasi kulap itu sama kuliahnya anak Biologi yang katanya gak 'menye-menye' itu?
Sebagai maru, yang saya tangkep adalah, oricula itu sangat menggambarkan keadaan ketika kami kuliah lapangan nantinya!

Pertama, ransel 60 liter itu, nantinya akan menjadi a must have item buat kami. Itu ukuran minimal lho! Yang cowok malah diharapkan punya yang berukuran lebih besar karena nantinya merekalah yang akan membawakan benda2 berat seperti tenda ketika kulap.
Kami juga gak lantas disuruh bawa ransel 60 liter tanpa ada pengarahan sebelumnya. Sebelum oricula ini dilaksanakan, kami dikasih pengarahan dari kakak tingkat Biocita (Biologi Pecinta Alam) tentang cara-cara dasar dalam packing. Saya pernah nulis tentang hal ini di tumblr saya.
Daaan cara-cara packing yang bener itu memang SANGAT berperan penting dalam keselamatan benda-benda di ransel kita. Percaya deh, saya ngerasain merananya pake celana PDL basah semalaman karena air merembes masuk ke ransel saya (yang jatuh terguling) dan membasahi semua pakaian saya. Percaya gak, itu ransel padahal udah dikasih lapisan trash bag dan bajunya pun udah saya masukkin kresek, ranselnya pun ada di dalam tenda! Tapi teuteup aja itu ransel dan isi-isinya basah -_-
Satu lagi, packing itu akan menentukan nyaman-tidaknya tubuh kita dalam membawa beban sebanyak itu. Medan trekking gak cuma datar lho, ada juga naik-turun dan bahkan kemarin saya sempet jalan merapat ke kanan karena satu meter di sebelah kiri saya itu adalah jurang! Sebagaimana kata kang Badru selaku Komdis, "Packing yang bener! Kalian sekarang di alam! Salah sedikit bisa fatal akibatnya!"

Kedua, trek malem itu akan kami lakukan lagi di kuliah lapangan matkul Ekologi (khususnya Ekologi Umum untuk prodi pendidikan). Di kulap Ek-um itu, nantinya kami akan mengamati hewan nocturnal (dengan kata lain apaaaa? dilakukan di malam hari!), membuka jalur ke hutan dan membawa... ransel 60 liter juga! Sudah ketebak, kan, apa gunanya oricula ini?

Ketiga, saat kami oricula, mungkin kami masih terus didampingi, diingatkan, diteriaki, disemangati dan diurusi oleh para panitia. Tapi nanti ketika kuliah lapangan yang asli? Siapa yang mau masak? Siapa yang mau bantuin bikin tenda? Siapa yang mau bantuin buka jalur selain dosen dan asprak yang ikut? Gak ada! Pure, hanya kami sendiri yang bakal ngurus diri kami.
Mungkin ketika oricula dan kami melakukan kesalahan, hanya push-up yang kami dapatkan sebagai hukuman. Tapi ketika kulap yang sebenarnya, para dosen gak segan-segan ngasih nilai E untuk kesalahan yang kita lakukan! Naudzubillahimindzalik yaaa *kaya apaan aja*

Keempat, ngapain sih kami ditenggelemin di sungai sama senior Biocita? Tak lain tak bukan adalah karena nanti pun ketika kulap, kami akan masuk ke sungai untuk ngambil sampel/spesimen yang dibutuhkan. Latihan dong, dari sekarang! Selain itu, dengan bikin badan kami basah sekalian, justru akan bikin rasa dingin hilang dari tubuh. Ini, namanya penyesuaian suhu tubuh, gitu kata senior Biocita -_-

Hal yang sangat saya syukuri dari kegiatan oricula kemarin adalah, ketepatan saya memilih sepatu. Sepatu lapangan, yang ada cakram di bagian alasnya. Sepatu ini bikin kaki saya gak licin walau jalan di trek yang agak curam. Yang agak bikin saya meringis adalah, ujungnya yang terbuat dari besi dan agak tajam waktu kena ke pangkal jari saya (terutama kalau saya lagi ngerem di turunan).
Hal paling parah adalah ketika trek malem. Kaget karena gak nyangka akan langsung trekking malem itu juga, di tengah hujan dan tiga jam nonstop dalam kondisi kehausan, keingetan rumah terus (Mamaaaa pengen pulaaaaang aku gamau kaya ginian lagi! Gamau! *ababil*), dan mata saya ngantuk berat! Setiap berhenti sebentar aja, saya langsung bungkukin badan kaya lagi rukuk, posisi paling nikmat untuk istirahat dengan beban berat di punggung. Dan seketika itu juga, mata saya merem-melek nahan ngantuk, gak jarang saya jalan sambil setengah merem. Saya sempet juga berhalusinasi, berasa ngeliat tenda di kejauhan, padahal pohon! Malem yang gelap, hujan dan kondisi ngantuk bikin penglihatan saya kacau!

See?
Jurusan mana lagi sih, yang kegiatan kuliahnya udah kaya anak-anak pecinta alam gini? Gak ada! Makanya hanya jurusan kami di fakultas saya yang diperbolehkan untuk melakukan camping di alam bebas, karena kegiatan ini sangat penting untuk kegiatan kuliah lapangan nanti.
Kalau anak mahacita, mungkin mereka emang punya passion untuk menjelajah alam, gak peduli beratnya hal itu. Kalau anak Biologi? Suka gak suka, kuat gak kuat, bisa gak bisa, harus mau keluar-masuk hutan, naik-turun gunung, berenang-renang di sungai dan laut demi ilmu yang bakal kami dapetin! Gak jarang, untuk ngamatin spesimen anak Biologi harus diving, rappeling, dan melakukan kegiatan membahayakan lainnya. Ini semua kami lakukan semata-mata demi ilmu pengetahuan! *srooot, sedot ingus, terharu*

Soooo, masih ada anggapan anak Biologi itu... hanya jago ngehapal, 'menye-menye', anak mami dan gak tangguh? Masuk deh ke jurusan Biologi! Mariiii :)