Halaman

Selasa, 05 Februari 2013

Resensi Novel: Can You Keep A Secret? by Sophie Kinsella

Sumber Gambar: Click here


Judul Buku : Can You Keep A Secret (Jangan Bilang-Bilang, Ya...)
Pengarang : Sophie Kinsella
Peberbit     : Gramedia Pustaka Utama
Tebal          : 479 halaman

Setiap orang memiliki rahasianya masing-masing.

Setujukah Anda dengan kalimat di atas? Saya yakin, 99% orang di dunia ini tentu setuju dengan hal ini. Sedekat apapun hubungan Anda dengan orang tua, saudara, sahabat maupun pasangan, tidak lantas membuat Anda rela untuk 'menelanjangi' diri Anda dengan membuka semua rahasia Anda kepada mereka. Iya, kan?

So does Emma.

Seperti layaknya wanita lain, ia memiliki beberapa rahasia yang ia sembunyikan dari orang tua, sahabat, rekan kerja hingga kekasihnya. Yah, tidak begitu penting, sih. Hanya beberapa rahasia kecil seperti bagaimana ia menganggap pacarnya, Connor, sangat tampan dan mirip sekali dengan kekasih Barbie yaitu Ken. Ken, eh, maksudnya Connor, tidak perlu tahu hal itu, kan?
Atau bahwa ikan mas peliharaan ibunya, Sammy, sebenarnya bukan ikan mas yang sama semenjak ibunya menitipkan Sammy padanya. Ia kan cuma memberi ikan malang itu terlalu banyak makanan....
Okay, lupakan itu. Sebenarnya ia juga belum pernah bilang pada Katie, sahabatnya di kantor, bahwa rajutan adalah hadiah paling buruk yang pernah ia terima, karena... Katie suka sekali membuat rajutan! (Jangan lupakan fakta bahwa hadiah rajutan yang ia maksudkan adalah hadiah-hadiah yang diberikan oleh Katie pada beberapa occasion tertentu)
Dan... Artemis belakangan sering mengeluh tentang tanamannya di kantor yang tumbuh tidak sehat. Sekali-dua kali ia pernah, sih, menyiramkan jus jeruk ke tanamannya. Gak sering kok, hanya jika Artemis bertingkah cukup menyebalkan. Yang sebenarnya terjadi hampir setiap hari. Oke, belakangan ini setiap hari.

Well...

Jelas, Emma punya banyak sekali rahasia yang ia sembunyikan dari orang-orang di dekatnya. Termasuk rahasia bahwa ia TAKUT TERBANG. Dan sialnya, di sebuah penerbangan, ia mengalami panick-attack karena pesawatnya berguncang heboh ketika memasuki cuaca buruk. Dengan rasa panik yang tak terkendali, mulutnya pun menjadi sama tak terkendalinya ketika menghujani pria yang duduk di sebelahnya dengan rahasia-rahasia terdalam dan tergelapnya selama sisa penerbangan itu. Ketika penerbangan usai dan Emma menyadari bahwa ia baru saja menceritakan seluruh, kuulangi, SELURUH rahasianya pada pria tak dikenal itu, ia pikir itu bukan masalah besar karena pria itu jelas bukan siapa-siapa di kehidupannya. Lagipula pria itu tidak akan peduli, kan, walaupun nilai A untuk Matematika GSCE yang ia cantumkan di resume untuk pekerjaannya saat ini seharusnya C.

Yah, ia berpikir begitu sampai beberapa hari berikutnya ia bertemu pria itu di kantornya. Dan pria itu, Jack Harper, bukan pria biasa. Dia adalah CEO dari perusahan tempat Emma bekerja!

Sial.

Double sial karena Emma telah menceritakan seluruh rahasianya dan Jack INGAT semuanya.

Bagaiamana kemudian Emma menghadapi Jack yang ternyata bisa saja memecatnya? (Ingat, kan, nilai matematikanya sebenarnya bukan A. Dan Jack tahu itu.)
Jack bahkan tidak segan-segan menggoda Emma dengan berbagai cara karena pengetahuan yang ia miliki tentang gadis itu (Yaah, seperti rasa kopi di kantor menurut Emma dan, jangan lupakan, beberapa pendapatnya tentang Connor!). Oh-oh, sepertinya Emma dalam masalah besar....


Can You Keep A Secret  sebenarnya merupakan novel yang sudah lama sekali diterbitkan, tepatnya sejak tahun 2002. Namun saya baru menyukai novel Sophie Kinsella belakangan ini (sejak serial Shopaholic menjadi koleksi saya) dan mulai memburu novel-novel buatan Sophie yang lainnya sehingga buku ini malah paling belakangan saya baca.

Emma di sini digambarkan sebagai wanita yang tipikal (karakternya ada beberapa yang mirip dengan karakter dari buku Sophie yang lain). Jack Harper punya karakter yang lebih sulit ditebak (baru bisa saya yakini sifat dia yang sebenarnya seperti apa, nyaris di akhir cerita). Seperti biasa, humor-humor diselipkan Sophie di cerita ini (terutama ketika Emma sedang bersaam room mates-nya, Lissy dan Jemima), ada juga tokoh menyebalkan yang bikin greget (find out who), dan beberapa adegan yang bisa menyentuh hati saya (entah juga sih, mungkin juga karena sayanya yang cengeng hehe).

Novel ini adalah novel yang unik sekaligus menghibur untuk dibaca. Alurnya sangat tidak tertebak. Saya jadi sering sekali menebak-nebak kelanjutan cerita dan jadi kaget sendiri ketika tebakan saya sangat jauh dari cerita yang sebenarnya. Dalam novel ini klimaks dari cerita benar-benar tidak terduga dan menjebak. Bagi saya yang sebelumnya sudah membaca beberapa novel dari Sophie Kinsella, novel ini agak berbeda karena alurnya itu sehingga membuat saya jadi merasa terkejut dan sangat terhibur ketika membacanya.

A good yet entertain novel. Penggemar Sophie Kinsella pasti suka, deh. Hehehe...

Dari 5 bintang, saya kasih 3,5 ya... Ini sih penilaian yang cukup objektif karena kalau dari skala saya sih udah saya kasih bintang 5 (karena bagi saya novel itu bagus semua, susah nyari novel yang jelek dari sudut pandang saya. Hehe...)

Layak, kok, untuk dibaca. Jadi jangan ragu untuk membelinya, ya :)

Kamis, 17 Januari 2013

After All of Those

Huwoooooooowwww!!
Apa kabar blogku sayaaaang?
Wooow it's such a shame ya baru update blog lagi sekarang setelah terakhir kalinya saya upload adalah.... pas semester 2?
Wihiii kecian amat ini blog... Ibaratnya kalo blog ini kucing pasti dia udah mati kurus karena gak diurus.. Hiks hiks...

Anyway, saya punya beberapa alasan tersendiri kenapa saya lama gak mengupdate blog kece ini.
Alasannya tak lain dan tak bukan, straight to the vital point... MALES.
Lamaaaaaaaa banget saya nganggurin blog ini. Sampai kucing saya si Alay udah hamil, melahirkan, punya anak, anaknya mati satu, dianya mati, terus sekarang anaknya mati satu lagi dan tinggal nyisa dua. It was a long time to spent ya....

So, setelah semester dua yang cukup shocking dan mengakibatkan saya sampe ngegubah lagu Price Tag dengan semena-mena menjadi Prak Tag (a.k.a. Praktek), akhirnya saya melewati semester tersebut dengan yaah.. mayan lah yaaaaa........
Saya sempet sakit di akhir semester. Setelah melewati 2 hari penuh kebegadangan akibat belum ngegambar buat matkul zooin, saya demam berat di malam hari setelah ujian praktikumnya. Padahal saya masih ada tugas buku praktikum antum yang harus digarap. Tapi si sakit ternyata lebih dominan dan posesif. Akhirnya saya terkapar selama beberapa hari dan gak ke kampus, untungnya saat itu belum pekan ujian beneran.
That was a dramatic experience in my 2nd semester, indeed....

Daaaaaan, ketika semester tiga menerjang, i was shocked. Semester dua itu gak ada apa-apanya dibanding semester tiga. Enelan deh.

Semester yang emang udah diwanti-wanti sama para kakak tingkat ini adalah.... yah, you can say.... A Beginning Gate of The Real College Life in The Future Time Before You Get Graduated.

Ini adalah semester 'berat' pertama yang akan kami, anak-anak pendidikan, alami.
Ini adalah semester neraka tingkat awal yang akan kami rasakan.
And how was the taste of this semester?

IT REALLY IS AS HOT AS HELL...........

............

............

............

Yah, gak gitu juga sih. Lebay aja biar seru.

Well, ini emang semester yang berat. Cukup berat sih bisa dibilang. Why is it?
Oke, ini beberapa penjelasan mengapa semester ini menjadi semester yang 'spesial'...

1. Ada dua mata kuliah yang mengadakan kuliah lapangan
As you know, mahasiswa biologi pastinya harus belajar ke lapangan untuk melihat langsung teori yang dipelajari. Dan semester ini, ada dua matkul yang mengharuskan kita semua pergi kuliah lapangan (atau yang kece disebut kulap). Kulap Bophan hanya ngabisin waktu 1 hari dan langsung berupa kulap besar. Kalau yang Bocryp, ngabisin waktu 4 hari dan dibagi menjadi 1 hari kulap kecil yang berupa hikking ke gunung dan 3 hari kulap besar yang mengambil lokasi di pantai.
Dua kuliah lapangan yang cukup besar di atas sangat menguras tenaga, pikiran, emosi dan tentu saja... UANG!

2. Tugas membludak
Saya ngontrak 20 sks semester ini. Kalau yang namanya tugas gak usah ditanya. Dari dua matkul di atas aja (duo botani) saya udah dapet lebih dari 20 laporan praktikum selama 1 semester. Belum lagi laporan kuliah lapangan (1 kulap kecil, 2 kulap besar, 1 laporan individu). Terus ada juga buku gambar dan presentasi. Belum lagi DUA BUAH BUKU PERIKEHIDUPAN yang harus saya buat.... *susut air mata*. Ditambah tugas akhir berupa herbarium dan bioplastik dan berbagai embel-embel seperti album foto genus dan tugas lainnya. Ini masih belum ditambah tugas dari matkul lain such as RPP dan laporan observasi dari mata kuliah Belajar dan Pembelajaran Biologi, presentasi matkul Kurikulum dan Pembelajaran, observasi + presentasi hasil observasi matkul Pengelolaan Pendidikan, makalah dan 2 presentasi matkul Embriologi Tumbuhan, buku gambar + laporan praktikum gambar + topografi matkul Struktur Hewan, presentasi + laporan buku matkul PKn dan tugas harian lainnya dari matkul-matkul ini....
WOW............ *habis kata-kata*

3. Kaderisasi
Taun ini saya mulai masuk tingkat kedua, meaning saya dan anak 2011 bakal mulai jadi senior yang mempersiapkan kaderisasi maru 2012. Ini berarti kesibukan baru. Yah, tapi sayangnya saya gak maksimal di acara ini. I really am lost my responsibility here. So sorry for this actually ;___;

4. BEM atau KK
Tingkat 2 artinya mulai masuk himpunan. 'Untungnya' saya gak masuk himpunan. Jadi, kesibukan saya ter-reduce 1. Tapi saya ikut KSI (Kelompok Studi Ilmiah) dan jadi biro Med-In alias Media Informasi. Tugas saya lebih ke publikasi dan dokumentasi sih, jadi actually I didn't spent too many time here.

5. Masalah pribadi
Everybody has at least one problem of their own life. It would be shocking if they didn't. So.. yaaa.... It's a normal things...... TAPI KENAPA MASALAH GUE KAYAKNYA BANYAK BANGET YA SEMESTER INI *nangis gerung*

Yah... begitulah kira-kira segelintir kehemmmmmehan dari semester 3.
I've done this semester, tadi siang saya baru aja nyelesain UAS terakhir...
So.......... Keep praying for the best score i could get this semester... Semoga yang terbaik dan terbaik, aamiin ya Allah :)

Well, tomorrow if i have time (atau niat) mungkin saya bakal nulis2 lagi di sini tentang semester 4 dan matkul2 yang akan saya ambil. But now, i really want to enjoy my free time, after spent so may nights without healthy sleeping and days without normal-life-routines... So, i want to really enjooooooooooooooy the rest of this relaxing time XD

See you next time, fellas~ <3

Selasa, 03 April 2012

Prak-Tag (Praktikum Tag)

Senin Siang.
Berkutat dengan Anatomi Tumbuhan, Morfologi Tumbuhan dan Zoologi Invertebrata.
Lokasi: Lobby gedung FPMIPA-A
Keadaan: Menggila

Yah, kira-kira begitulah gambaran suasana di kota santri hari Senin saya dan beberapa temen dari kelompok 6 matkul Antum Bio-B 2011 (saya, dhea, iya, zahra, nadia dan suminah). Ditemani teh Tia sang Asprak Antum, kita ber-6 mulai siap2 untuk presentasi Antum di Selasa pagi.

Bisa dibayangin ya, besoknya itu selain presentasi Antum, saya juga UTS Praktikum Zooin dan harus ngumpulin jurnal praktikum Mortum. Kurang stress apa coba?

Nah, buah dari kestressan kita kali ini adalah sebuah lagu yang apa-banget-deh. Lagunya Jessie J - Price Tag secara gak sopan kita ubah liriknya dan juga diubah judulnya menjadi Prak-Tag (Praktikum Tag)

Bagi anda yang ingin menyanyikannya, silakan diintip liriknya. Penuh dengan kedodolan dan kesotoyan, tapi siapa tau menghibur. Yaa mungkin aja ada yang punya masalah yang sama dengan kami, sekumpulan anak Biologi yang udah aral menghadapi praktikum

Prak Tag
Inspired by: Jessie J's song (Price Tag) & kesotoyan Iya
Lyrics: Arin & Dhea
Music: Price Tag by Jessie J

Seems like everything is praktikum
 I wonder how the lab is full
Find the spesimen first and the preparat second
Go to the mikroskop and see

Why the plant cell is hard to see
Protozoa too fast too see
And the cover glass break, the preparat glass gone
Everyone in the class getting mad

Morning go to STB, and then go to STH
Always wear lab coat
That's our habit today
*It's not about study, study, study
We don't want study, study, study
We just wanna sleep all day
Forget the praktikum

**And about the, yeah, Zooin-Zooin
Or about the, yeah, Antum-Antum
It happens every Tuesday
From Dhuha till Dzuhur...

We need to finished them A.S.A.P.
Or we'll got our brain get burned
Put the chair back on, And go sweep the floor
All things asked and saw by asprak

Why there is should a duty
To clean the laboratory
We are in a hurry, go to the next lab
Didn't think about the hygiene

Everybody go to the stairs
Run to the second floor
Sit in corridor
Wait till the door opened

Back to * and **

Maafkan untuk grammar yang salah, namanya juga ngasal :P 

Rabu, 07 Maret 2012

Selasa yang Sesuatu

Huwooow apa kabar semuanyaaaaaa? *nari tor-tor*
Kembali bersama Areeneee yang imut dan menawan ini *tebar aura*

Mau menceritakan hari kemarin yang luar binasaaaah menggoda menggelora menggairahkan jiwa raga dan sukma ini. Oke, lebay dikit.

Tadinya mau ngepost Selasa malem, tapi entah kenapa rasa malas menghampiri saya seperti biasanya. Jadi apa daya deh, ga jadi ngepost. Yuk.

Hmm, Selasa kemarin dimulai dengan saya yang dengan riang gembira menggedong ransel putih buluk saya sambil berjalan menuju pangkalan ojek, diiringi dengan hujan rintik-rintik. Dengan sedikit stress sebenernya, karena telat. Hem. Tak lupa sebelumnya saya mengambil tumbuhan Ageratum conyzoides atau bahasa gaulnya sih bunga babadotan dari depan rumah. Kenapa juga nama latin sebagus itu bisa jadi babadotan. Gak ngerti deh.

Setelah duduk di angkot saya belajar dulu dong buat post-test dan pre-test Antum (Anatomi Tumbuhan). Biasanya test-test yang diberikan setiap Selasa pagi itu sukses membuat hati saya hancur berkeping-keping. Makanya saya maksakeun belajar di angkot. Lumayan, ada yang nempel sedikitlah.

Terus terus di angkot saya kepikiran gambar Zooin (Zoologi Invertebrata) saya yang belum lengkap. Belum gambar foraminifera or whatever lah itu. Tapi masa aja saya buka buku gambar di angkot dan dengan tiisnya ngegambar di angkot. Gak lah, saya gak senekat itu. Masalahnya gambar contekannya juga ga ada lagi. Yah, hemmmmeeeehhh.

Pas udah di angkot Lembang, eh ketemu sama si neng Iyun. Jadilah selama perjalanan ke kampus saya sama dia ngobrol heboh gitu lah. Ngomongin antum, zoin, test, laporan, dosen yang ruar biasa, dan la la la la lainnya. Sampe orang seangkot kayanya tau kehidupan saya dan Iyun di kampus. Jiaah berasa ngedongeng. Daaaaaaan ketika sampe tempat turun, udah telat gitu deh, udah jam 7an. Dan kita nyantai aja. Hahahahaha.

Ketemu Iya di Panorama, dan kita pun berjalan bersama dengan sedikit terburu-buru plus maksakeun. Pas nyampe Gang Dharmawinata saya berhenti dulu buat beli silet. Yang murah aja sih yang gope *ngapain juga harganya disebut bikin turun kasta aja*. Dan berdua dengan Iya (Iyun udah jalan duluan) saya berlari-lari menuju JICA, sambil pake jaslab dan masih sempet-sempetnya ngobrol. Nyampe lab udah ngosngosan dan langsung disambut dengan test. Culameudh qaqaaaaa :*

Setelah test-test yang asyalimihidinungnung dan pembahasan materi praktikum, akhirnya praktikum dimulai. Daaaaaan tumben loooh itu bu dosennya gak marah-maraaah :D Huraaaaaaay sekelas pun jadi ceria semuanya :D :D :D

Biasanya kan setiap Selasa itu muka-muka anak kelas B sebutek air kultur jerami yang udah berumur 2 taun gitu ya, cuma karena hari ini Ibunya lagi good mood akhirnya praktikum pun dilalui dengan riang gembira.

Beres antum, datanglah huru-hara kedua, Zooin. Dan hari ini agak bikin kewalahan karena praktikumnya mulai jam 10, TELAT setengah jam. Artinyooo? Pulangnya bakal telat jugaaaa! Dan bener aja, beres beres udah setengah satu. Saya ketar-ketir. Kenapa? Soalnya mau donor darah di PKM dan selesainya jam satu.

Begitu selesai langsung ngacleng ke PKM. Gak sempet buka jas lab. Daaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan tebak apa yang saya dapatkan begitu sampai di sana?
Kalimat "PENDAFTARAN TUTUP" sudah mejeng dengan manisnya di meja pendaftaran. Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkk!!!!! *masuk ke lobang hitam*

Langsung bete banget lah itu. Keseeeeeeeeeeeeel banget. Pengen nangis. Pengen jambak orang, tapi siapa? -_________________-
Akhirnya saya ikut Sahila ke dalem, dia mau ngambil kamera. Dan di dalem ada Kang Eko. Dia abis donor ternyata. Saya curhat aja ke dia.

Saya: Kesel ih kang gabisa donor!
Kang Eko: Kenapa?
Saya: Labunya udah abissss :(
Kang Eko: Emang sekarang jam berapa?
Saya: Setengah satu
Kang Eko: Ya iyalah udah abis!

Dan dengan air mata berderai saya ngejelasin kalau saya praktikum dari jam 7 sampe jam setengah satu, makanya baru bisa ke PKM sekarang. Dan dia hanya ketawa bingung. Bingung kali liat saya makhluk aneh dateng ke PKM pake jas lab dan manyun-manyun gak jelas. Hufth.

Akhirnyaaaaa saya harus nunggu sampe tanggal 9 April. Hiks *nyabutin rumput liar depan PKM karena kecewa* *emang di depan PKM ada rumput liar?*

Kesel banget iiih udah 3 kali deh gagal donor. Padahal terakhir donor Oktober, udah dari kapan bisa donor lagi. Eeeh tiap ada kesempatan pasti sayanya gak bisa. Huhuhu...

Pokonya bulan depan harus bisa donor ah! Gamau tauuuuu harus bisa!

Setelah gagal donor, saya pun balik ke JICA, terus makan, terus ngerjain antum sampe jam empat. Udah paling pol banget deh ngerjain buku praktikum kaya gitu. Dan sampe jam 4 tuh baru beres gambar doang, pertanyaannya belum kejawab errrrrrrr

Ya udin saya pulang aja duluan, jawabannya menyusul deh di rumah. Abis beres gambar saya langsung pulang sama Dhea. Selesai.

#FAILED

Minggu, 19 Februari 2012

Sesuatu yang Gak Bisa Hilang

Sesuatu... yang ada di hatimu...

Okey, apa-apaan pembukaan kaya gitu.

Well, hellooo. I have something to tell you, readers...
Something about my past, something from my past that i can't easily forget till now...

Enjoy my post :)

*

Patah hati.
Semua yang udah pernah remaja pasti pernah ngalamin satu hal yang membuat hati tercenat-cenut ini. Seperti layaknya saya yang masih belia, baru 14 18 tahun. Duh, masih remaja gak sih gue? Masih kok, remaja itu masih bisa terhitung sampai dia menyelesaikan masa kuliahnya. Cuma mungkin udah jadi remaja akhir.

...

Kenapa juga jadi ngomongin materi PPD?
Okey, skipoo.

Patah hati mungkin merupakan sebuah kata yang menakutkan buat para remaja. Kenapa? Karena rasanya gak enak banget. Menyakitkan.

Di mana-mana yang namanya patah pasti akan menimbulkan bekas yang gak bisa hilang. Walaupun udah dilem atau direkatkan kembali dengan rapi dan bergaya pun pasti tetep aja berbekas. And one to notice, seperti yang saya tulis di atas: menyakitkan. Patah itu rasanya sakit. Coba tanya deh sama rusa yang tanduknya patah. Pasti dia akan setuju sama saya. Jangan tanya gimana saya bisa tau tanduk rusa yang patah itu menimbulkan rasa sakit. Pokoknya tau!

Anyway, banyak juga yang bilang kalau patah hati itu adalah suatu fase pendewasaan yang... yah gak aneh lah untuk dilalui. Bahkan harus. Gunanya untuk apa? Ya supaya bisa menjadi dewasa. Gak akan dewasa sebelum patah hati. Bahkan ada juga quote yang mengatakan: "Wanita yang sudah pernah patah hati, pemikirannya akan lebih dewasa."

Apakah itu benar? I don't know. I WAS not know.
Setelah saya ngerasain sendiri rasanya patah hati baru saya bisa mengatakan, "Iya, patah hati itu suatu fase pendewasaan, yang akan membuat kamu, gak hanya lebih dewasa, tapi juga bisa lebih struggle dalam hidup."

*

Kejadiannya pas saya SMA.

Waktu itu, saya masih polos. Masih seorang gadis naif yang merasa kalau patah hati adalah suatu hal yang mustahil bisa saya rasakan. Gak deh, saya ini orangnya hati-hati, bahkan waktu saya suka sama seseorang pun, saya akan hati-hati supaya jangan sampai patah hati. Super sekali, ya. Ckck. How naive my thought was.

Saya suka sama seorang cowok. Waktu itu kami udah lumayan deket. Sering SMS-an. Yah selayaknya remaja-remaja alay di masa SMA. Saya juga sering curhat sama sahabat-sahabat saya. Betapa saya suka sama cowok itu, dan dia merespon. Betapa saya suka dia apa adanya, dan saya harap dia juga begitu.

Tapi... ternyata selama proses PDKT itu, saya sering banget dibuat kecewa karena tingkah lakunya. Saya sering sedih. Gak karuan. Galause bahasanya kalau sekarang mah. Sering nangis tiba-tiba. Sering kepikiran, tapi juga bisa enek sama dia tiba-tiba. Perasaan saya kayak lagi di rollercoaster. Kadang saya bisa seneng karena meluncur dari atas dengan kecepatan tinggi. Kadang saya ketakutan kalau kereta saya dalam keadaan terbalik. Kadang saya tenang-tenang aja kalau kereta saya lagi jalan di rel yang lurus. And that was what my feeling feels like.

Setiap SMS-an saya bisa seneng, senyum-senyum sendiri, ketawa-tawa. Tapi kadang saya bisa uring-uringan, kesel, gelisah dan lain sebagainya. Dan satu hal yang bikin saya sangat-sangat drop ketika itu adalah perbedaan sikapnya yang sangat mencolok ketika di SMS dan di dunia nyata. Sakit sekali ketika saya ketemu dia, eh dia sama sekali gak memperlihatkan gerak-gerik akrab seperti ketika di SMS. Sebagai manusia normal tentu aja saya mikir, "Apa dia gak suka sama saya? Apa ini cara dia untuk menunjukan bahwa 'Heh, gue gak suka sama lo! Lo harus sadar itu!'?"

Man, rasanya gak enak banget. Ketika kamu suka sama seseorang apa sih yang kamu harapkan? Kalau saya ingin dapet rasa tenang, percaya dan happy. Yah emang sih, saya juga suka perasaan rollercoaster itu muncul di masa-masa PDKT ini. Cuma kalau yang kamu rasakan itu terus menerus seperti ketika kereta kamu ada dalam posisi terbalik dan gak bergerak lagi, niscaya perasaan itu gak akan jadi enak lagi. Saya benci berada dalam ketakutan. Saya benci berada dalam ketidakpastian.

Suatu hari, ketika masa PDKT itu udah berjalan beberapa minggu, saya mendapati kenyataan pahit. Kenyataan bahwa cowok yang saya suka ternyata juga melakukan pendekatan kepada cewek lain.

It was hurt. Sakiiiiiiiiiiittttttttt.
Saya belum jadi apa-apanya dia. Saya cuma seorang gadis yang merasa kegeeran, mengira dia suka sama saya dan sedang melakukan pendekatan. Itu aja. Dan rasa sakitnya ternyata seperti ini. Mengetahui ada cewek lain yang juga deket, bahkan mungkin lebih dari deketnya saya dan dia. It pretty hurts. Can't have other words to describe how the pain was feel. Cukiedh. Cakiedh. Cakiiittt. Oke, alay.

Perasaan saya yang sebelumnya sempat naik ke puncak, langsung terjun bebas ke dalam lembah. Blaassss. Titik kedua terendah selama saya PDKT sama dia.

Dan titik terendah pertama adalah ketika dia dan cewek itu jadian.

Bisa dibayangkan rasanya melihat mereka berdua jalan bersama, duduk bersama, bermesraan di jejaring sosial dan saya MENYAKSIKAN semuanya dari jauh. Sendiri. Berdua deh, sama hati saya yang patah *sinetron banget nyo, bagus*

Ya, hati saya secara resmi udah patah. Kalau dulu baru retak-retak, sekarang udah patah. Tah. Tah. Tah.

*

Recovery time yang saya butuhkan untuk bisa bersikap biasa lagi sama dia gak lama. Saya bisa dengan santainya menyapa dia lagi, bercanda lagi sama dia, seolah tidak pernah terjadi apa-apa.

Atau mungkin memang tidak pernah terjadi apa-apa di antara kami.

Sampai sekarang saya masih mikir, mungkin dulu itu hanyalah kebodohan saya. Mungkin saya hanya ngerasa kalau dia juga suka sama saya. Mungkin dia sebenernya hanya nganggep saya temen biasanya aja, yang sedikit perhatian. Or, to make it worse, mungkin dia kasihan sama cewek yang jatuh cinta dan sedang cari perhatian dia, makanya dia merespon saya.

Iya, cuma sebentar buat saya bisa kembali seperti sebelumnya. Bisa akrab lagi sama dia. Sikap saya sepertinya menyiratkan kalau no hard feeling after the broken-hearted incident between us happened. Saya kelihatannya tegar. Have no tears to spilt out. 

Tapi kalau boleh jujur, sampai sekarang sakitnya masih ada. Dan saya rasa gak akan pernah hilang. Bukan perasaan saya ke dia loh ya, tapi sakitnya.

Too bad, it becoming worse because till now, i have an unidentified fear of falling in love feelings. Saya takut merasakan rasanya jatuh cinta. Saya tidak takut jatuh cinta, tapi saya takut sama perasaan saya setelah jatuh cinta. Takut sama perasaan rollercoaster itu lagi. Perasaan tidak karuan, naik-turun-belak-belok dan terakhir jatoh kaya di film Final Destination 3. Takut. Takut kalau ada cowok PDKT sama saya, itu cuma sekedar iseng. Bercanda. Dan puncaknya adalah takut saya patah hati lagi. 

Saya ini orangnya cepet ge-eran. Cowok lirik saya dikit aja bisa saya anggep dia suka sama saya. Padahal kan saya juga suka lirik-lirik cowok yang gak saya suka. Geer saya ini udah akut. Mungkin ini alasan di balik seringnya saya sedih ketika mendapati kalau ternyata dia gak suka sama saya.

Bodoh ya? Bodoh banget.

Karena itu juga saya gak suka kalau ada yang gombalin saya. Apalagi dengan maraknya dunia pergombalan akhir-akhir ini. Semakin burem mana yang asli dan mana yang palsu. Maksudnya, mana yang emang niat gombal karena suka, dan gombal yang cuma bercanda.

Saya benci perasaan jatuh cinta. Dan perasaan sakit. Dan lagi-lagi perasaan ketika hati saya kembali patah.

*

Tapi di balik semua itu, saya akui pendewasaan itu ada. Seenggaknya, saya ngerasa begitu. Saya jadi lebih hati-hati. Lebih bisa memilah perasaan mana yang harus saya buang, dan yang bisa saya teruskan. Sialnya, sampai sekarang saya terus-terusan membuang perasaan yang mampir ke hati saya. Saya masih takut.

Suatu bayaran yang mahal untuk sebuah pendewasaan.

Silakan bilang saya gak bisa move-on. Memang, memang itu kenyataannya. Saya gak bisa ngelupain perasaan takut saya. Saya selalu berpikir, setiap saya jatuh cinta, kejadian yang sama akan terulang lagi. Dan saya bakal kembali lagi seperti waktu itu. Ngerasaan sakit yang gak bisa dilupain dan meninggalkan sesuatu yang gak bisa hilang.

Perasaan apa yang paling gak enak di dalam hidup kamu?
Perasaan digantung.

Bukan digantung hukum gantung.

Bukan juga digantung hubungan kamu sama cowok/cewek kamu.

Tapi digantung sama sesuatu yang gak bisa hilang dari hati kamu.

p.s: Saya gak tau apa yang akan terjadi kalau orang yang saya ceritakan di sini baca ini :P

Jumat, 17 Februari 2012

Wooohooo!

Hi folks :D
Apa kabar?
Alhamdulillah, luar biasa, harus lebih baik, Allahu Akbar! *khas biologi*

Wah rasanya udah lama gak nulis di sini hahaha
Well, saya lumayan sibuk dengan semester dua ini. Jadwalnya agak nyekek leher dan tugasnya lumayaaaannn...
Dalam satu minggu saya 3 kali praktikum. Silakan dibayangkan berapa laporan yang harus dibuat perbulannya.
Tapiiii jujur aja sih, saya lebih seneng perkuliahan di semester dua. Walaupun lebih ribet tapi saya nemuin banyak hal baru di sini dan juga mata kuliah yang lebih mendalami biologi. Dan salah satu matkul yang saya suka sekarang adalah BIOKIMIA.

Wooohooo!
Gaul ya?
Mungkin banyak yang nganggep biokimia itu rarungsing banget. Dan sedikit ganas.
Saya juga agak takut sih, soalnya menurut kabar burung yang beredar Biokimia itu matkul yang lumayan bikin otak cenat-cenut. Tapi entah ya, mungkin karena sampai sekarang materinya masih lumayan gampang diikuti DAN dosennya MENYENANGKAN saya jadi sukaaaa banget sama hari Rabu. Lho? Kok gak nyambung? Hehe, nyambung lagi, soalnya hari Rabu itu FULL Biokimia. Paginya praktikum dan siangnya teori. Dan dosennya masih sama yaitu Bapak Suhara. Aaaaah Pak Ara i heart you <3
Cara ngajar beliau itu enak bangetttt! Gampang dimengerti dan sabaaaar banget..
Kalau mahasiswanya nanya selalu dijawab dengan baik dan gak pernah memperlihatkan ekspresi merendahkan. Walaupun mungkin pertanyaan kita itu kadang-kadang harusnya kita udah tau dan udah berulang kali ditanya, beliau selalu ngejawab dengan sabar dan menyenangkan. Kalau kita ngelakuin kesalahan juga beliau gak langsung nyinyir atau marah-marah, tapi kitanya dikasih tau dan dicari bareng-bareng di mana letak kesalahannya supaya bisa dibenerin. Asik banget deh belajar sama beliau, beneraaan!!

Well, doain aja semoga saya selalu suka sama matkul ini :)
Dan juga doain saya untuk hari Rabu minggu depan karena bakal ada Tes Unit 1 buat matkul ini. Semoga saya dimudahkan, aamiin...

By the way, saya kemaren lupa nge-upload sebuah foto yang diambil tanggal 1 Februari 2012. Foto apakah itu....

Bapak Andrian dan anak-anak walinya :D (Ki-ka: Ahmad, Lisna, Uli, Rahmi, Iyun, Shelly, Bp. Andrian, saya, Hilda, Ucop, Dhea, Ina, Citra, Ila -minus Euis-) 
Happy birthday Bapak Andrian!
Beliau itu dosen wali saya dan 17 anak kelas B lainnya :D
Foto ini diambil setelah kita dengan seenak udel masuk ke ruangan beliau dan ngasih surprise. Beliau lagi ngobrol sama dosen lainnya dan langsung terkaget-kaget begitu liat kita masuk bawa kue sambil nyanyi happy birthday hehe...
Foto ini diambil di bagian belakang Lab. Ekologi dan kita dengan sotoynya ngelanggar larangan untuk makan di Lab, hehehehe :P

Selamat ulang tahun ya, Pak.. Semoga usianya barokah, selalu diberi yang terbaik oleh Allah SWT., dimudahkan dan dihalalkan selalu rejekinya serta selalu diridhoi dalam setiap perbuatannya. Aamiin... Sabar-sabar ya Pak membimbing kami anak-anak wali yang cerewet dan riweuh, hehehe :D

Senin, 06 Februari 2012

Sebuah Pengabdian Untuk Ilmu

Hai hai... Lama tak bersua, hahahaha (teu penting)

By the way, hari ini adalah Senin pertama saya di perkuliahan semester dua. Ada dua matkul, 4 sks dan perkuliahan dimulai jam 7 pagi. Rasanya males sekaligus penasaran sama matkul-matkul baru di semester dua. Lebih menantang kayaknya, karena udah mulai mendalami ilmu-ilmu biologi.
Matkul pertama, Pengetahuan Lingkungan.
Dari 3 dosen yang dateng saya tertarik sama Pak Soewoto. Beliau keliatannya udah berumur, tapi waktu menyampaikan kuliah, suaranya masih keras, ucapannya masih jelas dan materi yang disampaikan juga gak bertele-tele dan gampang dicerna.
Saya jadi keinget sama Pak Nono Sutarno. Beliau ini adalah dosen Biologi Umum saya di semester satu. Tapi karena serangan stroke yang beliau alami, selama satu semester saya gak kuliah Biologi Umum sama beliau. Saya penasaran banget, soalnya menurut kakak tingkat, cara mengajar beliau rame. Orangnya suka bercanda dan kuliahnya pun gampang dipahami.

Dan hari Kamis sebelumnya, teh Nindya cerita. Katanya Pak Nono dateng ke kampus. Beliau pake kursi roda, didorong sama satpam JICA dan beberapa dosen Biologi selama ada di kampus. Dan beliau juga masuk ke kelas mahasiswa 2009, ngajar di sana. Begitu beliau masuk kelas, seisi ruangan langsung speechless. Dan tepuk tangan terdengar. "Pada nangis," kata Teh Nindya. Udah pasti, semuanya kagum sama kemauan beliau untuk dateng ke kampus dan memberikan kuliah walaupun keadaannya lagi seperti itu.

Saya jadi makin penasaran sama beliau. Dan sekitar beberapa menit sebelum kuliah pengling selesai, pintu ruangan e-405 kebuka. Satpam yang ngebuka. Dan sepintas saya ngeliat kursi roda di balik pintu. Saya langsung ngeh. Itu Pak Nono!

"Zah, Zah, Pak Nono, Zah!" saya bilang ke Zahra yang duduk di sebelah saya.

Bener aja. Begitu pintu terbuka, terlihat sosok berambut putih, berkacamata dan berbatik cokelat duduk di kursi rodanya.
Pak Oto langsung nyamperin Pak Nono dan beliau pun masuk ke ruang kuliah saya. Mereka berdua keliatan saling sapa dan asyik ngobrol. Kelas saya dianggurin sekitar 10 menit. Hahahahaha :P

Pak Oto ngobrol sama Pak Nono di depan kelas


Pak Nono keliatannya seger. Walaupun, kalau saya gak salah, tubuh sebelah kirinya keliatannya lumpuh.
Terus beliau nanya ke kita, "Ini kelas Zooin (Zoologi Invertebrata), kan?"
"IYAAAA..."

Dan beliau pun ngobrol-ngobrol lagi sama dosen-dosen yang ada di sana. Terus dateng Ibu-Ibu pake baju warna-warni.
"Kayanya ini istrinya deh," saya sotoy. Dan ternyata bener! Gak lama dateng juga anaknya yang cowok. Keren, keluarganya ikut dateng ke kampus, ngedukung Pak Nono untuk ngasih kuliah buat kita. Dan itu sukses bikin saya terkagum-kagum.

Beliau pun didorong ke tengah kelas sama Bu Amy dan mulai mengutak-atik laptop yang udah disiapin di atas meja. Beruntung banget saya duduk di bangku paling depan *cough*rajin*cough* jadi saya bisa ambil beberapa foto beliau yang lagi asyik ngajar secara candid.

Serius utak-atik laptop

Beliau pun mulai ngajar materi Zooin dengan fasihnya. Sesekali bercanda. Bikin seisi kelas ketawa. Dan sering ngancem nilai Biologi Umum kita diturunin kalau gak bisa ngejawab pertanyaan beliau tentang Invertebrata. Ahahahaha =.=a

Lagi ngasih materi

Lagi asyik-asyik kuliah, saya ngeliat posisi duduk beliau udah gak enak. Agak merosot dan belaiu pun keliatan gak nyaman sama duduknya. Tapi karena tangan kiri berliau gak bisa gerak, beliau juga keliatan susah untuk benerin posisi duduknya. Saya udah takut aja beliau merosot beneran dan jatuh dari kursi.

"Shel, Shel, takut Pak Nono jatuh ih, duduknya merosot gitu," kata saya ke Shelly.

Gak lama setelah saya ngomong gitu, beneran aja, Pak Nono yang lagi nyoba untuk majuin posisi duduknya, malah hampir jatoh. Seisi kelas langsung pada kaget. Dan Delia sama Iha yang duduknya paling depan dan deket sama Pak Nono langsung kayak loncat dari kursi mereka, buru-buru megangin kursi roda Bapak yang mundur ke belakang. Untungnya Pak Nono masih bisa nahan badannya dan dosen satu lagi (lupa siapa namanya) langsung sigap nahan badan Bapak supaya gak jatuh. Bu Amy langsung buru-buru keluar kelas dan manggil anaknya Bapak untuk bantuin beliau. Setelah anaknya dateng dan benerin posisi duduk Bapak supaya nyaman dan aman lagi, beliau malah bercanda.

"Terima kasih ya, yang bantuin saya. Tapi bukan berarti saya jamin Zooin kalian lulus, ya?"

Seisi kelas langsung ketawa. Antara kalimat bapak yang bodor dan ketawa lega karena beliau gak kenapa-kenapa. Aduh, Bapak... Bikin kami khawatir... Untung gak apa-apa ya, Pak...

Kayanya beliau sengaja bercanda untuk mencairkan suasana yang tegang karena kejadian tadi. Dan kuliah pun dilanjut kembali. Duh, saya ini kan cengeng. Mata udah berkaca-kaca. Terharu banget sama Pak Nono yang dengan gigihnya masih keukeuh untuk ngajar di kampus walaupun dalam keadaan kurang sehat seperti itu.



Kuliah hari ini bikin saya banyak merenung di rumah.
Pak Nono, dengan segala keterbatasan geraknya, toh masih aja semangat dateng ke kampus dan mengamalkan ilmu yang beliau punya untuk para mahasiswanya. Begitu juga dengan Pak Yusuf Hilmi yang kondisi kesehatannya kurang baik ketika ngajar Filsafat Sains di semester satu, tapi tetap datang ke kampus untuk memberikan ilmu yang beliau punya. Dan Pak Eman yang di usia sangat senjanya masih tetap setia ikut kuliah lapangan dan selalu bertopi lapangan setiap ke kampus.
Serta dosen-dosen lain yang dengan segala keterbatasan mereka, masih tetap semangat dalam memberikan materi perkuliahan untuk mahasiswanya yang kadang ogah-ogahan.
Mereka ini adalah contoh sebuah pengabdian yang gak bisa diukur dari hanya sekedar beberapa hari di sebuah desa terpencil. Pengabdian sejati. Pengabdian untuk ilmu. Pengamalan dari ilmu yang bermanfaat.

Sedangkan saya?
Yang masih muda dan sehat pula...
Seriiiiiiing banget yang namanya males untuk sekedar bangun pagi karena kuliah jam tujuh. Sering ngeluh ini itu. Sering kesel karena dosen yang cara ngajarnya gak sesuai dengan keinginan. Dan seribu sering dengan konotasi negatif lainnya.

Saya ingin sekali seperti beliau-beliau di atas. Bisa totalitas dalam melakukan tugas dan kewajiban saya. Walaupun hanya belajar, saya ingin bisa memberikan sebuah pengabdian saya. Untuk bangsa, untuk negara, untuk almamater, untuk keluarga dan terutama untuk Tuhan.
Doakan saya, ya :)

Dan teruntuk para dosen yang luar biasa di atas, saya hanya bisa mendoakan semoga kesehatan dan semangat tak pernah terlepas dari hati beliau-beliau ini :) aamiin...